SECERCAH HENING “Salib pengharapan”

Mat 16:24-28

“Salib pengharapan”

Hening memeluk asa
Bersukacita u’ mencinta
Mewarta dr hening yg mengada
Memeluk salib dgn cinta

Meister Eckart seorang teolog, mistikus dan rahib Dominikan dari Jerman pernah menyampaikan bahwa “Orang jarang menemukan bahwa dia mencapai sesuatu yang baik, kecuali mereka terlebih dahulu tersesat”. Tak ada anak yang bisa belajar berjalan, kecuali mereka telah terjatuh beberapa kali. Anak yang takut jatuh akan terpuruk selamanya. Pengalaman jatuh, pengalaman pahit seringkali menjadi saat terindah untuk kita selami dan maknai sebagai saat makin dekat dengan diri sendiri dan Tuhan.Sebagaimana dalam Injil hari ini:
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:

“Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”.

Betapa tidak enaknya mengikuti Yesus. Karena konsekuensi kemuridannya adalah Salib. Artinya penderitaan, beban berat, jalan pelan dan terjatuh jatuh dan berakhir kematian. Makna ini jelas melawan arus jaman yang menawarkan kenyamanan hidup dalam berbagai aspek. Tidak ada salib itu mudah, ringan, dijalani cepat dan menyenangkan. Yang terjadi adalah salib itu penuh resiko dan penyangkalan diri. Namun anehnya sampai hari mengapa banyak orang di seluruh dunia masih mengikuti Yesus bahkan tempat -tempat suci perjalanan bagaimana Yesus disalibkan menjadi tempat ziarah paling dirindukan ribuan orang dari seluruh dunia?. Jawabnnya tentu tidak mudah. Namun yang pasti semua kita yang dipanggil dan mengikuti Yesus memandang salib sebagai sebuah konsekuensi dan manifestasi dari Kasih. Salib bukan beban tetapi sebagai manifestasi dari kecintaan kita mengikuti jalan Tuhan.Namun dalam kenyataan betapa tidak mudahnya memaknai salib sebagai jalan terbaik untuk bahagia. Sebagaimana St.Dominikus, pendiri Ordo Pewarta (OP) adalah seorang pewarta yang bersukacita setelah melewati titik gelap memerangi kaum albigen yang mengajarkan ajaran sesat di Perancis Selatan. Jalan pengudusan St. Dominikus dimaknai dari penyangkalan diri dan mati raga yang kuat demi keselamatan jiwa jiwa orang berdosa. Jalan pengudusan yang menyelamatkan ini lahir dari “Contemplari et Contemplata Aliis Tradere” Berkontemplasi dan membagikan buah dari yang kontemplasikan kepada orang lain. Salib sebagai jalan indah pengudusan dengan berbelas kasih dalam Kebenaran. Jangan takut dengan salib kehidupan kita, peluklah dengan kasih, maka salib yang berat dalam hidup kita akan mampu kita jalani jika kita libatkan Tuhan dalam perjalanan itu Dan salib kehidupan yang kita alami dengan sadar dan sabar akan makin bermakna yang membuat hari hari kita penuh berkat.

Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali cara Tuhan menawarkan kebahagiaan bagi kita

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menangkap setiap realitas sebagai saat menimba kebahagiaan bersama Yesus dalam salib.

Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin peka menangkap wajah Yesus dalam derita salib setiap hari.

Praying
Allah Bapa, berilah kami rahmat-Mu agar makin peka menangkap tanda kehadiran-Mu yang menyelamatkan. Karena Kristus Tuhan kami Amin.

Berkah Dalem
Salam Veritas
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *