Tanda

SECERCAH HENING
Senin, 13 Februari 2023

Mrk 8:11-13

“Tanda”

Kalbu mendesak lembut,
Tersapu realitas tersudut,
Batin hening menyambut
Keindahan di tiap sudut.

Tiap waktu saat berkisah,
Tenun kasih membuncah
Tiada senja tanpa kisah
HadirMU saat terindah.

SapaMu nyata dlm tanda
Tiap nafas Kau mengada
Indah dalam titian yg ada
Fajar – senja penuh cerita

Dengarlah hatimu, pusatkan panca inderamu, rasakan getaran jiwamu. Ada banyak tanda yg jelas akan hidupmu mampu melihat Tuhan dalam segala sesuatu dan segala sesuatu dalam Tuhan.
Kepekaan dan keterbukaan terhadap tanda-tanda kehidupan akan menarik setiap orang pada pengalaman batin untuk menyiapkan diri terhadap kemungkinan-kemungkinan yg akan terjadi. Mempersiapkan diri secara matang baik fisik maupun rohani, memampukan kita terhindar dari resiko sedini mungkin. Jaman ini tanda-tanda itu mulai hilang. Ada banyak faktor salah satunya keserakahan manusia yg membuat tanda – tanda itu mulai punah. Selain itu kepekaan orang terhadap tanda-tanda mulai hilang karena digeser dengan kemajuan teknologi yg cenderung merusak keharmonisan alam dan prioritas hidup manusia.Hingga untuk makin percaya pada keselamatanpun kita butuh tanda ajaib yg memuaskan, namun jika tanda ajaibpun tiba belum tentu juga kita makin percaya dan mengimaninya. Maka tak heran Yesuspun memberi peringatan keras terhadap generasi kita yg di tuangkan dalam Injil hari ini:

“Mengapa angkatan ini meminta tanda ? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda”.

Kenyataaannya hal-hal yg menumbuhkan semangat iman bukanlah datang dari tanda yg ajaib dan spektakuler. Tetapi bisa jadi tanda hidup yang sederhana, biasa-biasa, yang hadirnya menginspirasi hidup dengan cara yg sederhana pula, namun memberi energi dan daya ubah yg luar biasa. Yesus sendiri bersabda angkatan ini tak akan diberi tanda selain oleh kehadiran Yesus selama 3 tahun berkarya di dunia dan 3 hari dimakam sebelum Ia bangkit. Dan setelah kebangkitan-Nya Ia hadir sepanjang hidup manusia melalui Roh-Nya. Namun apakah kita sungguh percaya? Jika percaya maka setiap hari Allah sesungguhnya telah menyusun scenario yg kadang amat lembut untuk menyapa kita. Karena Allah akan hadir tidak akan melampaui kemampuan kemanusiaan kita untuk menangkapnya. Tetapi Allah sesunggunya hadir setiap hari melalui dalam film kehidupan kita yg nyata. Yang dibutuhkan dari kita adalah kepekaan mempertajam indera agar makin terbuka menangkap sensor kehadiran Allah. Dan cara mempertajam indera adalah keberanian memberi ruang hening dalam hidup, mengosong diri, membiarkan Tuhan masuk dalam kamar sempit diri dan ego kita, dan hadir menubuh dengan kemanusiaan kita. Dari waktu 24 jam yang ada setiap hari kita perlu memberi waktu yg adil bagi kehadiran Tuhan, bukan saat kita tidur tetapi justru saat kita terjaga dan sadar, supaya kita bisa menangkap tanda kehadiran Allah dengan jelas. Sehingga scenario atau peta perjalanan hidup kita tidak setiap hari tidak menyimpang dari rencana Tuhan untuk kita. Sehingga map illahi atau map keselamatan kita cocok dengan peta perjalanan kaki, tangan dan seluruh indera kita dengan Allah. Jika kita tidak bisa menjadi tanda kehadiran Tuhan bagi sesama, setidaknya kita diajak menjadi makin peka terhadap kehadiran-Nya hingga dunia ini, makin selaras dengan scenario Allah.

Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin peka merasakan tanda kehadiran Allah.

Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dan peka terhadap kehadiran Allah.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan peka dibimbing oleh Roh yang menghidupkan.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yg terbuka dan jiwa yg peka, agar hidup kami makin mengalami kepenuhan dan kebahagiaan karena mengenal Kristus yang hadir dalam tanda-tanda kehidupan setiap hari. Dalam semangat Kristus Tuhan dan juru selamat kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *