SECERCAH HENING
Sabtu, 1 Oktober 2022
Mat 18: 1-5
“The Angel“
Lembut menjaga dari hati,
Lahir dan diutus dari surga suci,
Menemani tanpa berpretensi,
Melindungi tanpa tunjukkan diri.
Lembut menyapa tiap hati,
Memeluk di titik terendah tiap hati,
Menepis takut pertebal percaya diri,
Mencintai dari kelembutan hati.
Kita sering menyebut seseorang yg bersikap peduli, baik dan menyentuh hati, kebaikannya melampaui yg kita bayangkan, maka dengan sapaan simpatik kita menyapa “Hello Angel”. Kata malaikat kita kenal dari Kitab Suci sebagai pembawa pesan atau utusan Allah. Pendeknya, malaikat identik dengan utusan kasih dan kebaikan dari Allah. Kita memang tidak pernah tahu apa dan siapa malaikat itu, tetapi kita menyadari dan mengalami peran mereka dalam kehidupan kita. Tetapi yg lebih menarik Yesus menghubungkan malaikat dengan anak kecil seperti dalam injil hari ini:
“Ingatlah jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga”.
Ketika bicara anak kecil Yesus mengingat bahwa ada malaikat mereka di surga. Anak kecil adalah lambang pribadi lemah, tak punya kekuatan, kemandirian dan kuasa atas dirinya tetapi yg terbuka, alami dan antusias menyambut Allah. Dari merekalah Tuhan menjamin perlindungan dari malaikat di surga. Apakah jika demikian kita orang dewasa tidak ada jaminan perlindungan malaikat? Tentu yg dimaksud tidak demikian. Bahwa dalam pergumulan hidup kita juga sering mengalami titik terendah kehidupan, dimana kita mengalami situasi sulit, tak berdaya, lemah, terpuruk, putus asa, kehilangan harapan, hidup seakan kelam dan jalan buntu, kita merasa bukan hanya seperti anak kecil tetapi bahkan seperti bayi yg tak berdaya menghadapi goncangan hidup yang keras. Namun apakah kita berani terbuka seperti yg dikisahkan dalam Injil? Terbuka pada kemahakuasaan Allah yg sanggup mengutus malaikatnya dari surga? Apakah kita juga berani percaya bahwa kitapun juga ada malaikat untuk menjaga kita dari surga? Semoga dengan makin percaya pada Yesus melalui sabda-Nya hari ini, kitapun makin diperteguh untuk percaya akan pendampingan malaikat dari surga untuk kita. Jangan takut dengan hari hari yg makin sulit, karena seiring kesulitanmu Allah menyediakan penolong yg diutus bagimu yakni malaikat dari surga. Marilah kita mempercayakan diri kepada perlindungannya.
Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin menyelami dan mengosongkan diri agar dikuasai oleh Allah dan para malaikatNya.
Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dibimbing oleh malaikat dalam hidup sehari hari.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan siap dibimbing oleh Roh kebaikan yaitu malaikat utusan Tuhan.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat-Mu agar kami makin terbuka dan hidup apa adanya seperti anak kecil agar kami hidup menurut bimbingan malaikat dan layak memasuki Kerajaan-Mu kelak.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
