The Angel

Selasa, 13 Agustus 2024

Mat 18: 1-5.10.12-14

Terlahir untuk jadi suci,
Hati kian tulus & murni,
Melayani tiada henti,
Mengabdi untuk surgawi,

Saya teringat waktu masih kecil. Hampir tak pernah dikenalkan tentang perayaan ulang tahun. Apalagi dipestakan, tidak pernah. Tetapi yang saya kenal tiap hari “neton” atau tiap 35 hari bertepatan dengan hari weton saya yakni “Jumat Pon” selalu dibuatkan tumpeng kecil yang diletakkan ditempat tidur saya. Saat meletakkan tumpeng di tempat tidur itu orang tua melantumkan doa agar anak anak terutama yang masih kecil senantiasa dilindungi oleh malaikat pamomong. Karena orang tua tidak akan selalu bersama anak anaknya, tetapi malaikat pamomong akan selalu mampu menjaga sampai kapanpun. Dengan keyakinan yg besar, jika saya dalam bahaya maka malaikat pamomong yg akan melindunginya. Betapa besarnya keyakinan orang tua saya akan peran malaikat saat itu, dan ternyata benar malaikat itu ada dan menyelamatkan. Sama halnya ketika kita sering menyebut seseorang yg bersikap peduli, baik dan menyentuh hati, kebaikannya melampaui yg kita bayangkan, maka dengan sapaan simpatik kita menyapa “Hello malaikatku” atau hello angel . Kata malaikat kita kenal dari Kitab Suci sebagai pembawa pesan Allah. Pendeknya, malaikat identik dengan kasih dan kebaikan. Kita memang tidak pernah tahu apa dan siapa malaikat itu, tetapi kita menyadari dan mengalami peran mereka dalam kehidupan kita. Tetapi yg lebih menarik Yesus menghubungkan malaikat dengan anak kecil seperti dalam injil hari ini:

“Ingatlah jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga”.

Ketika bicara anak kecil Yesus mengingat bahwa ada malaikat mereka di surga. Anak kecil adalah lambang pribadi lemah, tak punya kekuatan, kemandirian dan kuasa atas dirinya tetapi yg terbuka, alami dan antusias menyambut Allah. Dari merekalah Tuhan menjamin perlindungan dari malaikat di surga. Apakah jika demikian kita orang dewasa tidak ada jaminan perlindungan malaikat ? Tentu yg dimaksud tidak demikian. Bahwa dalam pergumulan hidup ini, kita juga sering mengalami titik terendah kehidupan, dimana kita mengalami situasi sulit, tak berdaya, lemah, terpuruk, putus asa, kehilangan harapan, hidup seakan kelam dan jalan buntu, kita merasa bukan hanya seperti anak kecil tetapi bahkan seperti bayi yg tak berdaya menghadapi goncangan hidup yang begitu keras. Namun apakah kita berani terbuka seperti yg dikisahkan dalam Injil? Terbuka pada kemahakuasaan Allah yg sanggup mengutus malaikatnya dari surga? Apakah kita juga berani percaya bahwa kitapun juga ada malaikat untuk menjaga kita dari surga? Semoga dengan makin percaya pada Yesus melalui sabda-Nya hari ini, kitapun makin diperteguh untuk percaya akan pendampingan malaikat dari surga untuk kita.

Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin menyelami dan mengosongkan diri agar dikuasai oleh Allah dan para malaikatNya.

Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dibimbing oleh malaikat dalam hidup sehari hari.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan siap dibimbing oleh Roh kebaikan yaitu malaikat utusan Tuhan.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat-Mu agar kami makin terbuka dan hidup apa adanya seperti anak kecil agar kami hidup menurut bimbingan malaikat dan layak memasuki Kerajaan-Mu kelak.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *