SECERCAH HENING
Selasa, 20 Agustus 2024
Mat 19 : 23-30
Yesus berkata kepada murid murid-Nya:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum dari pada seorang kaya masuk masuk dalam Kerajaan Allah”.
Sabda ini dilatarbelakangi oleh situasi pada jaman Yesus bahwa untuk masuk ke gerbang kota Yerusalem tidak semua orang bisa masuk dgn leluasa karena tidak tiap waktu gerbang di buka. Yang dibuka hanyalah serambi kecil yg mungkin cukup untuk satu orang tanpa barang. Jika orang lewat dengan aneka barang jelas tidak bisa masuk. Hal ini dijadikan pengajaran spiritual dan iman bahwa perjalanan menuju kerajaan Allah adalah jalan kecil. Karena jalannya kecil maka kita mesti merampingkan kehidupan. Hidup makin ramping identik dengan ” tidak gendut” ramping dalam hidup berarti hidup makin sederhana dan tidak “neko neko”. Hidup tidak menuruti apa yg diinginkan tetapi apa yg paling dibutuhkan. Namun betapa tidak mudahnya ketika dunia menawarkan aneka gaya hidup yg ingin semua serba mengikuti trend. Dan semua ingin dipenuhi untuk kenyamanan yg sering menjadi tidak ramping lagi yg bisa menutupi keutamaan hidup dijalan lebar menuju jalan Allah. Filosofi yg trend dikenal dengan istilah FOMO (fear of missing out) artinya kecemasan ketika ketinggalan informasi atau moment bermakna. Cemas karena takut dianggap tidak gaul membuat orang berebut menjadi yg pertama mengikuti trend yang berupa gaya fashion, informasi terupdate, hingga banyak uang, waktu, pikiran, tenaga melayang tanpa guna hanya sekedar mengatasi kecemasannya jika ketinggalan zaman. Gaya hidup itu sangat dekat dengan kehidupan kita saat ini. Jika kita tidak memiliki filter batin yg kuat, maka fokus hidup kita menjadi berantakan hingga kita kehilangan jalan untuk bisa masuk dalam jalan rahmat yg membuat hidup makin ramping dan terbuka untuk mendengarkan suara rahmat yg menuntun pintu hidup kita makin terbuka untuk mengikuti trend rahmat bukan tren dunia. Trend rahmat membuat kita makin memiliki hati yg terbuka untuk mengasihi, punya ruang untuk mendengarkan sesama, punya tenaga untuk menolong yg berkesusahan. Ketika kita tidak takut dan cemas lagi ketika tertinggal dari trend jaman maka kita hidup makin damai.
Sebaliknya jika kita masih cemas akan aneka hal yg ingin terus mengikuti trend bisa menjerumuskan kita hidup makin obesitas karena hidupnya mengikuti dorongan nafsu kemanusiaan kita. Hingga kita kesulitan masuk pada pintu rahmat yg kadang sempit.
Sederhanakanlah hidupmu supaya rahmat Allah makin mudah mengiringi jalanmu.
Contemplating
Mari heningkan seluruh diri kita untuk terus menyadari kehadiran Allah dalam keheningan yg membuat hidup makin sederhana dan bermakna
Actuating
Membiasakan diri hidup dengan kekuatan dari energi yg ditimba dari Allah untuk mempersempit ruang ego dan memperlebar ruang gerak rahmat Tuhan.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin mempersempit ruang ego dan memperluas ruang rahmat Tuhan dalam hidup.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yg peka, dan menjalani hidup dengan sederhana dan berani mengandalkan kekuatan rahmat yang bersumber dari pada-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

