SECERCAH HENING: Keutamaan Hidup

Selasa, 10 Februari 2026

Mrk 7 : 1-13

“Keutamaan Hidup”

Tuaslembut menuntunku,
Dngar nyaring ditelingaku
Pelukan membimbingku
Menuju tapak pertamaku

Keraguan di ujung waktu
Memilih di simpang jlnku
Jalan keutamaan di situ
Keraguan disapu o’waktu

Teguh di titian jalanMu,
Menghijaukan langkahku
Melembutkan hatiku
Bahagia di tiap titianku.

Hari ini Gereja memperingati St. Skolastika, Biarawati saudari kembar dari St. Benediktus yang lahir di Nursia, Italia(480-534 M). Hidupnya yang dibaktikan untuk mengikuti Kristus dan GerejaNya membuat ia tekun dalam kehidupan religius, taat dan menjadi sahabat setia dalam doa. Ia dianugerahi karisma menjadi pendiri Suster Benediktin. Kesetiaannya mengikuti panggilan Tuhan dengan kasih yang berkobar membuat ia menjadi pelindung Biarawati.
Bagi kita saat ini, jangan ragu menjalani hari dengan hati yang mengasihi, maka kelembutan dan kasih akan mewarnai hari-hari kita. Meski dalam dinamika hidup ada Tradisi tiap daerah dan tata kelola tiap bangsa pasti berbeda, namun diatas semua aturan manusia, tetaplah ketetapan Allah dan tata cara menepati kehendakNya bagi hidup manusia menjadi yang utama. Hal ini berbeda dengan cara pandang orang Farisi dan ahli Taurat seperti yang dilukiskan dalam Injil hari ini.
Orang-orang Farisi dan ahli Taurat bertanya kepada Yesus:

” Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis ?”. Jawab Yesus: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu,hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia bukan perintah Allah “.

Tradisi tiap daerah dibuat dalam upaya bersama agar tatanan hidup bersama menuju keutamaan hidup yang memudahkan manusia yang selaras dengan kehendak Tuhan. Namun jika tradisi itu menghalangi secara esensial hubungan kita dalam memenuhi tuntunan Tuhan maka layak diabaikan. Yesus mengajari kita bagaimana memilah dan memilih pola perilaku yang berkenan dihadapan Allah dalam menjalankan tradisi hidup. Semestinya jika hidup kita makin selaras dengan jalan yang dikehendaki Allah setiadaknya akan mudah hidup sepadan dengan tradisi kehidupan sosial. Karena jalan Allah bersifat universal dan bukan sekedar menuntun pada keutamaan hidup tetapi pada keselamatan. Semoga dengan inspirasi sabda hari ini kita makin setia hidup di jalan yang selaras dengan kehendakNya. Jangan takut hidup dituntun oleh Roh Tuhan yang muncul dari suara lembut batinmu, maka hidupmu akan mengalir dan dituntun pada jalanNya. Biarkan langkahmu dituntun oleh tapak tapak kaki Tuhan yang mendahului langkah pertamamu.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga, rasa dan kehendak kita untuk sejenak berlabuh dalam keheningan.

Actuating
Membiasakan diri untuk memiliki pola dan gaya hidup yang mengalir dari kedalaman dan kekayaan saat berlabuh dalam rahmat Tuhan.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka hidup selaras dengan jalan Tuhan.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang damai, agar semakin setia mengikuti jalan perintah-Mu, dan membangun pola hidup dan keutamaan yang menyejahterakan dan menyelematakan seturut dengan jalan perintah-Mu Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *