SECERCAH HENING: Mendengarkan

Rabu, 11 Februari 2026

Mrk 7 : 14-23

“Mendengarkan”

Masuk di relung jiwa,
Sapaan pemberi daya,
Dengar lembut menyapa,
Penenang dahaga jiwa.

Hening yg mengangkasa
Mengajak hati brsukacita
Tampil lembut dalam kata,
Hati damai penuh daya.

Mendengar dalam jiwa,
Penyembuh luka sukma
Peneguh hati nan hampa,
Merangkul hangat rasa.

Setiap tanggal 11 Februari Gereja secara fakultatif memperingati Santa Maria dari Lourdes. Untuk mengenang menampakan Bunda Maria kepada St. Bernadette Soubirous di gua Massabielle, Perancis pada th 1858. Mata air di gua ini membawa kesembuhan. Maria menampakkan diri kepada St. Bernadette sebanyak 18 kali dan berpesan tentang doa dan tobat. Bunda Maria mengidentifikasi sebagai “Yang Dikandung Tanpa Noda”. Paus Yohanes Paulus II juga menetapkan tanggal 11 Februari sebagai Hari Orang Sakit Sedunia, yang bertepatan dengan peringatan Maria dari Lourdes.Bersama Bunda Maria yang dikandung tanpa noda memberi rahmat yang makin terbuka untuk kesembuhan bagi yang sakit dengan perantaraaan Puteranya Yesus Kristus. Semua membutuhkan iman dan kesetiaan untuk mendengarkan suara Tuhan. Sebagaimana ada pepatah mengatakan :”Pembicara yang hebat lahir dari jiwa yang mendengarkan”. Kata – kata ini mungkin benar cocok dengan semboyan spirit Dominican: ” Contemplari et contemplata aliis tradere”. (Berkontemplasi dan membagikan Dia yang dikontemplasikannya). Jika demikian maka kata-kata yg terlahir adalah buah dari hubungan dan keterpautan jiwa yang penuh kedalaman dengan Allah bentuknya bisa suara kebenaran, ajakan perdamaian, semangat pengampunan, hati merangkul penderitaan, dan buah buah Roh lainnya. Hal ini selaras dengan Injil hari ini:
Pada suatu hari, Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:

“Dengarkanlah Aku dan camkanlah ini! Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar”.

Kerelaan dan kesediaan mendengarkan suara Allah menjadi dasar esensial bagi pewartaan dalam wujud kata-kata dan tindakan yang selaras dengan jalan yang ditunjukkan Tuhan dalam sikap mendengarkan dalam keheningan. Jika tanpa sikap dasar yang digali dari kerelaan untuk mendengarkan maka bisa jadi buahnya bisa menajiskan orang karena bisa berupa suara kesombongan, iri hati, kebencian, kemunafikan, kemarahan, dan hal-hal yang bertentangan dengan suara Allah. Maka bisa sangat menajiskan. Jadi yang menajiskan bukan makanan yang kita makan dan kita nikmati, tetapi sejauhmana hidup kita tidak berbuah dan penuh kekosongan. Jiwa yang kosong melahirkan sikap yang rakus akan pemenuhan ego yang berwajah pada kemarahan, kebencian, iri hati, dendam, dll. Semoga dengan inspirasi Injil hari ini kita makin terbuka untuk setia mendengarkan Allah dan hidup yang makin dikuasai oleh bahasa kasih dan pengampunan. Sebagiamana St. Bernadette dari Lourdes yang ditampaki oleh Bunda Maria karena ketekunannya dalam mengisi hidup dengan kepenuhan dalam doa dan ketaatan pada kehendak Allah melalui perjumpaan dengan Bunda Maria Lourdes.
Mari kita tidak lelah untuk terus berlindung di pelukan kasih Allah melalui Bunda Maria.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga, rasa dan kehendak kita untuk sejenak berlabuh dalam keheningan.

Actuating
Membiasakan diri untuk memiliki pola dan gaya hidup yang mengalir dari kedalaman dan kekayaan saat berlabuh dalam rahmat Tuhan.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk terbuka dan rela memberi waktu untuk mendengarkan Allah.

Praying
Allah Bapa kami berilah kami hati yg damai dan keterbukaan, untuk rela mendengarkan Engkau dalam hidup harian kami. Hingga kami layak menjadi pewarta sabdaMu yg menyejukkan hati sesama kami.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *