SECERCAH HENING: Doa yang Sempurna

Selasa, Prapaskah I24 Februari 2026

Mat 6: 7-15

“Doa yang Sempurna”

Saat mundur & melambat,
Menerpa cita dan harap,
Menyatu dengan rahmat,
Seirama dengan hadirNya.

Saat mundur & melambat
Cita, rasa karsa berderap,
Satu harap tuk rahmat,
Menubuh dalam harap.

Relakan dirimu dibentuk Tuhan lewat doa-doamu. Ijinkan tiap tarikan nafasmu menjadi saat Tuhan menghembuskan dayaNya yg membuatmu kuat. Ijinkan tiap kedipan matamu menjadi saat Tuhan menaruh lembaran-lembaran pengharapan dalam hidupmu. Namun bagaimana engkau berdoa sangat tergantung bagaimana kualitas relasimu dengan Tuhan. Di atas semua itu rahmat Allah yang bekerja dan menentukan segala sesuatu. Sebagaimana sebuah relasi antar pribadi, adakalanya tidak butuh banyak kata. Semakin dalam relasi kita, kata-kata tak cukup mewakili luapan kata hati yang tersimpan. Maka Yesus dalam Injil hari ini menekankan :

“Lagi pula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Karena itu berdoalah demikian:Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu… “.

Yesus menghendaki jika kita berdoa adalah doa seperti yang diajarkannya yakni doa Bapa kami. St. Thomas Aquinas memandang doa Bapa Kami sebagai doa yang paling sempurna karena tidak hanya berisi hal-hal yang boleh kita minta, tetapi juga mengajarkan urutan keinginan yang benar. St. Thomas Aquinas juga doa Bapa Kami memenuhi lima syarat doa yakni: Percaya diri (confidence) karena diajarkan langsung oleh Kristus. Teratur (Ordered) mendahulukan kemuliaan Tuhan sebelum kebutuhan pribadi kita. Tepat (Suitable) meminta hal-hal yang benar-benar kita butuhkan. Saleh(Devout) membangkitkan kasih dan hormat kepada Allah dan terakhir rendah hati (Humble) mengakui ketergantungan kita kepada Bapa. St.Thomas Aquinas juga membagi doa Bapa Kami menjadi tujuh permohonan yang mencakup semua kebutuhan spiritual dan jasmani. Dimuliakanlah nama-Mu: menginginkan kemuliaan Tuhan di atas segalanya. Datanglah Kerajaan-Mu: keinginan untuk mencapai kehidupan kekal (beatitudo). Jadilah kehendak-Mu: Kepatuhan untuk melakukan kehendak-Nya di bumi. Berilah rejeki hari ini: Kebutuhan hidup harian dan ekaristi sebagai makanan jiwa. Ampunilah kesalahan kami: Memohon penghapusan hambatan utama menuju Tuhan, yaitu dosa (rekonsiliasi). Jangan masukkan ke dalam pencobaan: Mohon agar tidak ditaklukkan oleh godaan yang menghalangi kebaikan. Bebaskanlah dari yang jahat: Mohon pembebasan dari segala kesusahan dan hukuman saat ini. Secara unik St. Thomas Aquinas menghubungkan setiap permohonan dengan tujuh Karunia Roh Kudus dan Sabda Bahagia. Semua isi doa menuntun kita pada jalan keselamatan. Mari dengan doa yang diajarkan Yesus ini membuat kita mendoakannya setiap hari dengan penuh rasa, makna, dan daya hingga doa ini memberi energi batin dan kuasa lahir yang membuat kita makin saleh, bijak dan rendah hati.

Contemplating
Mari kita heningkan seluruh diri kita, membiarkan Allah menyentuh hidup kita.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar makin mampu berelasi intim dengan Tuhan dalam segala sesuatu.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari, menjadi saat untuk mengalami kehadiran Allah.

Praying
Allah Bapa di surga, kami bersyukur Engkau telah mengajari kami bagaimana harus berdoa. Buatlah agar seluruh hidup kami disinari oleh kuasa doa, hingga hidup kami senantiasa menjadi saat berahmat dan penuh berkat.Demi kemuliaan Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *