Rabu, Prapaskah I25 Februari 2026
Luk 11: 29-32
Symbolic Way
Kudengar detak pertama
Dalam rahim belantara,
Bayang tanda pertama,
Nyaring di keheningan rasa.
Kudengar detak pertama,
Dalam bayang2 senja,
Pelangi di ujung mata,
Buat hidup penuh rasa.
Hari ini Injil menegaskan tentang tanda kehadiran Allah. Menurut St. Thomas Aquinas keberadaan Tuhan dan tanda tandanya bukanlah sesuatu yang jelas bagi kita. Tetapi bisa dibuktikan melalui tanda di alam semesta. Ada tiga cara kehadiran Allah bisa kita pahami keberadaannya yakni: Melalui esensi ( per essentiam) Tuhan hadir di semua hal sebagai penyebab eksistensi. Melalui kekuasaan ( per potentiam) Tuhan hadir sebagai penggerak dan penguasa. Melalui kehadiran (per praesentiam) Tuhan mengetahui dan melihat segala sesuatu. Lebih dari itu sebagaimana Injil hari ini Yesus Tuhan juga menjadi tanda bagi kita untuk mengalami keselamatan.
“Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikianlah Anak manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini”.
Mari kita belajar bertumbuh dalam semangat iman. Karena tanda keselamatan kadang tidak hanya hadir dalam tanda yang ajaib dan spektakuler. Tetapi yang sederhana, biasa-biasa, tetapi hadirnya menginspirasi hidup dengan cara yang sederhana, memberi energi dan daya ubah yang luar biasa. Yesus sendiri bersabda angkatan ini tak akan diberi tanda selain tanda nabi Yunus yang hidup diperut ikan selama 3 hari dan disempurnakan oleh kehadiran Yesus selama 3 tahun berkarya dan 3 hari dimakam sebelum Ia bangkit. Dan setelah kebangkitan-Nya Ia hadir sepanjang hidup manusia melalui Roh-Nya. Namun apakah kita sungguh percaya? Jika percaya maka setiap hari Allah sesungguhnya telah menyusun scenario yang kadang amat lembut untuk menyapa kita. Allah hadir tidak akan melampaui kemampuan kemanusiaan kita untuk menangkapnya. Tetapi Allah sesungguhnya hadir setiap hari dalam film kehidupan kita yang nyata. Mari kita belajar mempertajam kepekaan indera, agar makin terbuka menangkap sensor kehadiran Allah. Dan cara mempertajam indera adalah keberanian memberi ruang hening dalam hidup, mengosong diri, membiarkan Tuhan masuk dalam pintu atau kamar sempit diri dan ego kita, dan hadir menubuh dengan kemanusiaan kita. Sehingga scenario dan peta perjalanan hidup kita tidak menyimpang dari rencana Tuhan.
Mari meniti peta perjalanan kaki kita yang kadang harus berhenti sejenak di titik rapuh kita. Dan mari kita rasakan tanda kehadiranNya yang ajaib di setiap langkah langkah hidup kita.
Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin peka merasakan tanda kehadiran Allah.
Actuating
Pola hidup macam apa yang perlu kubiasakan agar makin terbuka dan peka terhadap kehadiran Allah.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan peka dibimbing oleh Roh yang menghidupkan.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yang terbuka dan jiwa yang peka, agar hidup kami makin mengalami kepenuhan dan kebahagiaan karena mengenal Kristus yang hadir dalam tanda-tanda kehidupan setiap hari. Dalam semangat Kristus Tuhan dan juru selamat kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

