Kamis, Prapaskah II 5 Maret 2026
Luk 16:19-31
“Compassion”
Memeluk hening dengan jiwa,
Memeluk tanpa tergesa,
Mengasihi hingga terluka,
Menopang rapuh dengan cinta.
Tetes air mata cerahkan pandang,
Hirup ampunan dalam keterbatasan,
Mengulas luka dalam keheningan,
Bersukacita dalam pangkuan Bapa.
Janganlah pahit saat mengalami kesusahan hidup, karena saat itulah Tuhan sedang menenun saat bahagia kita diakhir. Maka kadangkala kita perlu berbaring sejenak di pundak Tuhan di saat-saat kita lelah. Semua orang berjuang dalam kehidupan ini untuk meningkatkan kekayaan dan kesejahteraan hidup. Namun apakah setelah kekayaan teraup dalam genggaman, kita juga mampu menggunakannya dengan tepat? Banyak orang terjerumus dalam gaya hidup yang salah. Mengira bahwa kekayaan yang dipandang sebagai berkat dari Tuhan serta merta juga dapat menyelamatkan jiwanya. Ternyata tidak!. Kekayaan yang berasal dari kerja dan berkat hanya akan berguna jika membuahkan sikap belas kasih, dan kepedulian atau “compassion” bagi kehidupan sesamanya makin kuat.
Sebab jika tidak, orang menjadi kilaf dan malah menjerumuskannya pada kesengsaraan. Banyak kali orang kayalah yang masih membutuhkan banyak hal, sehinga kadang harus korup, karena mengira kebahagiaan akan didapat dari kekayaan itu. Injil hari ini memberikan cara pandang yang lain :
Abraham berkata:”Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapatkan hiburan dan engkau sangat menderita… “.
Semoga ilustrasi keselamatan dalam Sabda Tuhan ini meneguhkan kita untuk bersikap adil dan seimbang terhadap kehidupan batin kita. Di satu sisi kita perlu memperhatikan kesejahteraan lahir, namun disisi lain kita sangat perlu memperhatikan keselamatan dan kehidupan batin dengan hidup makin bersolidaritas dengan sesama. Khusus di masa tobat ini kita juga diajak memberi perhatian pada ruang batin terdalam atau kehidupan spiritual supaya kita makin siap menyambut hari baik kita yaitu hari Tuhan di penghujung perjalanan atau peziaraan hidup kita. Dalam doa-doa kita hari ini mari kita berpeduli untuk saudara -saudari kita di Timur Tengah yang sedang dilanda perang yang hidup dalam ketakutan dan ancaman semoga peperangan segera berakhir dan kuasa Tuhan memulihkan setiap bangsa yang bertikai dengan kedamaian dan keadilan.
Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan, rasakan dan kenali kehadiran Tuhan.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan agar makin peka menata kehidupan masa depan dalam rencana Tuhan.
Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin menyelaraskan kesejahteraan jasmani dengan kehidupan batin yang menyelamatkan.
Praying
Allah Bapa, ajarilah kami mampu untuk belajar akan kasih dan semangatMu menyiapkan jalan keselamatan bagi kami. Mampukan kami menata masa depan kami dengan semakin berpeduli dengan sesama seturit dengan rencana dan kehendakMu. Dalam Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

