SECERCAH HENING
Sabtu, 13 Mei 2023
Yoh 15 : 18-21
“Alter Christi”
Gigih menerjang ombak badai,
Terulur tangan kasih menggapai,
Mulai langkah yg tak kenal gontai,
Menuju bintang yg akan dicapai.
Kebencian mengintip di waktu senja,
Memulai titian jalan yg tertunda,
Elok sejenak menyimpan rasa,
Majulah dengan tenang penuh jiwa.
Suatu pagi saya pernah dibangunkan oleh kicauan burung yang rajin berkicau bahkan saya bilang “mempeng”, cuaca baik atau buruk seperti hujan, angin kencang, panas terik, dingin, dipuji atau dicaci maki karena membuat berisik tetap saja berkicau dengan kicauan yang sama. Dan terus berkicau tanpa henti, hingga jarak tertentupun kicauan itu begitu nyaring yg menghiasi pagi. Karena seringnya mendengar kicauan yg sama, maka sangat rindu jika disuatu tempat tak mendengarnya lagi. Hingga saya belajar dari ritme kicauannya, yang mengingatkan saya pada kata-kata seseorang, “Jangan bangga dengan pujian dan jangan ciut dengan makian”. Dua ilustrasi hidup tersebut seiring maknanya dengan sabda Tuhan hari ini,
“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih membenci Aku dari pada kamu.Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya”.
Kematian Yesus adalah buah dari semua konspirasi kebencian dunia. Dan sampai 2000 tahun kemudian bahkan hari ini pengikut Kristus tak punya jaminan untuk terbebas dari sikap konspirasi kebencian. Malahan kita justru dipanggil menjadi “Alter Christi” atau Kristus yang lain untuk mengalami penolakan ditengah dunia. Dengan sikap keutamaan kasih yang mengatasi semua kebencian. Kebencian dunia bukan hanya soal orang-orang yang bersikap memusuhi kita karena mengikuti Kristus saja. Tetapi juga Situasi Dunia yang bisa menyeret kita melawan ajaran kasih dan kebenaran. Dunia yang tidak lagi ramah dengan ajaran iman Kristisani seperti sikap jujur, ketulusan, kasih, pengampunan, pengorbanan, pemberian diri dan totalitas bakti. Masih sanggupkah kita bertahan sebagai “Alter Christi” ditengah dunia saat ini, yang masih tumbuh suburnya kekerasan dalam aneka bentuk, hidup penuh manipulative, maraknya ujaran kebencian, intoleransi, ketidakadilan, kekerasan, dengan “Sikap Kasih” yang mampu menyempurnakan semua pekerjaan dan bakti kita ?. Apalagi situasi krisis dunia akibat pandemi ini. Masihkah kita sanggup untuk bertahan dalam semangat kasih, kelembutan, sikap syukur hingga lupa bagaimana mengeluh, meski situasi tidak menyenangkan. Karakter atau sikap iman sebagai pengikut Kristus yg diharapkan dalam pesan sabda hari ini adalah agar kita mampu bertahan dan beradaptasi dengan kehidupan dunia.Kehidupan dunia yg kadang lembek terhadap semangat kejujuran, kasih, ketekunan kegigihan dalam aneka kebaikan sebagai jalan kekudusan. Identitas pengikut Yesus dipanggil untuk senantiasa memiliki sikap militan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi aneka goncangan kehidupan, karena yakin bahwa Yesus dan kuasa Roh kudusNya akan menyertai kita senantiasa. Jangan takut untuk hidup seturut jalanNya. Kesulitan akan mengiringimu, namun bagi hati yg percaya Tuhan akan mendahului dan menemanimu di setiap langkahmu.
Contemplating
Marilah kita membenamkan diri dalam keheningan untuk merasakan pengalaman kasih Allah .
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan agar mampu menjadi alter Chriti.
Reflecting
Apakah hidup keseharianku telah kujalani sebagai manifestasi kualitas hidup sebagai pengikut Kristus .
Praying
Yesus, tariklah aku dalam pengalaman persahabatan denganMu, agar kami mampu mengasihi sesama dan menginspirasi kehidupan ini sebagai pribadi yg matang sebagai Kristus yg lain,sehingga setiap langkah hidupku takkan terpisah dari rangkulan kasihMu hingga kami boleh mengalami kebahagiaan dan keselamatan. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP
