Bangunan Rohani

SECERCAH HENING
Selasa, 22 November 2022

Luk 21:5-11

“Bangunan Rohani”

Kagum dari keindaan rasa,
Menubuh dlm balutan jiwa,
Mencinta dengan sederhana,
Kagum oleh keindahan yg tercipta.

Berproses dlm titian raga,
Jalan terjal matangkan pesona,
Kekudusan dalam balutan luka,
Sempurna menuju titian senja.

Cintailah tidak dengan mata, tetapi dengan dengan segenap hati dan jiwa yang memaknai. Artinya kita diajak untuk mengagumi dan melihat realitas tidak hanya sebatas indahnya hal-hal fisik yg bisa dilihat dengan mata , tetapi lebih-lebih dari hati terdalam untuk bisa menangkap apa yg terpenting dan bermakna dari realitas tersebut. Sebab jika hanya mengandalkan mata kita akan terperosok pada hal-hal yg bersifat sementara dan kehilangan nilai atau makna yg sesungguhnya.
Hal senada juga tekankan oleh Yesus dalam Injil hari ini.

Ketika beberapa orang berbicara dan mengagumi Bait Allah, berkatalah Yesus:”Apa yg kamu lihat di situ akan datang harinya dimana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yg lain, semuanya akan diruntuhkan”.

Sabda ini merupakan salah satu teknik pedagogi Yesus tentang kehidupan. Bahwa menganggumi bait Allah adalah hal yg wajar karena dari bangunannya memang indah, kuat, perkasa, eksotik, megah dan full of power. Namun kekaguman ini bisa jadi hanya sesaat, sekejab bisa sirna jika bangunan itu rusak. Selanjutnya Yesus mengajak kita tidak hanya mengagumi bangunan tetapi Si desain ahli, arsitek tunggal atau person pembangunya yaitu Allah sendiri. Tetapi tidak berhenti di sini, lebih lanjut perjuangan mendekati Allah juga butuh proses yakni diri kita sendiri yang terus berbenah menjadikan jalan kekudusan sebagai jalan bersama yg dibentuk dari waktu ke waktu. Dan semoga dalam proses ini, diri kitapun termasuk bangunan spirit Allah yg terus perlu di upgrade dalam kesadaran dan cinta. Sehingga diri kitapun layak sebagai buah karya bangunan spirit Allah sendiri yg perlu kita jaga, rawat, agar manifestasinya yg terlihat dalam style atau gaya hidup kitapun layak dikagumi orang, bukan karena hebatnya diri kita, tetapi karena hebatnya karya Allah yg nyata dalam hidup keseharian kita yg sederhana, apa adanya, namun memberi inspirasi yg mengagumkan bagi kehidupan sesama yg lebih baik.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk makin dekat dengan jangkauan kasih Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin peka dalam mencintai realitas dengan sikap yg tepat.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah mampu memcerminkan bangunan rohani yg tulus dan terbuka.

Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai dan bahagia. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk mewujudkan ketergantunganku pada kuasa Allah yg meraja. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *