SECERCAH HENING
Senin, 21 November 2022
Luk 21 : 1-4
“Totalitas”
Terpana oleh dasyatnya cinta,
Saat memberi dgn cuma cuma,
Kepenuhan terpantul dr Cinta,
Terpesona dari masa ke masa.
Tak goyah oleh besarnya dosa,
Hati tergerak atas nama cinta,
Hingga senja jg saat bersuka,
Titian makin penuh warna.
Tak ada orang yg sungguh-sungguh miskin sampai ia tidak bisa memberi, sebaliknya tak ada orang yg sungguh-sungguh kaya sampai tak membutuhkan orang lain. Realitasnya justru orang kaya yg sering malah membutuhkan banyak bantuan dari orang lain. Artinya memberi ternyata tidak harus menunggu kita memiliki banyak tetapi ketulusan disaat memiliki sedikit utk dibagi justru dari padanya menjadi berkat yg berlipat. Sebagaimana Yesus bersabda dalam Injil hari ini:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahan dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya”.
Terlepas dari motivasi seseorang memberi dengan tulus selalu berhubungan dengan kemurahan hati dan kasih. Janda miskin yg dengan tulus memberi persembahan kepada Tuhan, bukan pertama tama karena Ia pas memiliki atau tidak memiliki uang. Tetapi intensi dasarnya adalah ungkapan kasih dan syukur kepada Allah. Orang yg mengasihi dengan sungguh akan terlihat dari ketulusannya memberi dengan sungguh dan total. Totalitas pemberian hampir tidak ada hubungan dengan kemiskinan maupun kekayaan seseorang. Tetapi seberapa dalam ia mengasihi. Dan pemberian yg demikian inilah yg didukung dan dipuji oleh Yesus. Janda miskin kalau dilihat dari ketercukupan diri, selayaknya dia tidak perlu memberi persembahan. Tetapi karena Ia sangat mencintai maka tidak boleh tidak ia memberi semua yg dimiliki dengan total. Totalitas pemberiannya tidak membuat ia menjadi makin miskin atau berkekurangan, tetapi justru menunjukkan sikap berkelimpahan karena aktualisasi batinnya telah terpenuhi. Dan makin ia bisa memberi kebahagiannya berlebih. Semoga sikap janda miskin menginspirasi kita untuk makin mengasihi Tuhan dan sesama dengan baik hingga kita mampu memberi dan berbagi dengan total.
Jangan kerdilkan hatimu dengan hidup merasa berkekurangan, tetapi hayatilah hidup merasakan rasa cukup, dengan apapun yg kau miliki saat ini. Hingga apapun yg ada akan menjadi anugerah yg dilipatkan berkatnya oleh Tuhan bagi kita.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk makin dekat dengan jangkauan kasih Allah.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin peka untuk memberi dengan tulus apapun yg dibutuhkan sesama.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah mampu saya jalani dengan penuh kasih, hingga makin peka untuk memberikan diri secara total kepada Tuhan.
Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai dan bahagia. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk mewujudkan ketergantunganku pada kuasa Allah yg meraja. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
