Be Humble

SECERCAH HENING
Rabu, 17 Juli 2024

Mat 11: 25-27

Bertumbuh dlm kepapaan,
Berkembang oleh harapan,
Jalan terbuka oleh iman,
Bahagia bebas dr kesombongan.

Menepi di lorong sunyi,
Bercermin tuk pertegas diri,
Gapai yg ilahi lewat jalan insani,
Cinta tuk makin melayani.

Menangkap tanda-tanda kehadiran Allah dan seluruh misteri keberadaan-Nya sering sukar ditangkap oleh mereka yg sombong dan tinggi hati. Ibarat gelas kosong yg akan dituangi air jika gelas kita pegang terlalu tinggi, maka sulit diisi air. Hingga akhirnya tetap kosong. Namun jika gelas kosong yg akan kita isi lebih rendah dari teko atau kendi, maka gelas itu akan mudah diisi air dengan penuh. Kalau kita menempatkan diri terlampau tinggi maka kita akan sulit menerima apapun hingga hidup menjadi kosong. Namun jika kita menempatkan diri lebih rendah dari teko maka akan mudah menerima apapun yg baik dan hidup kita kian berisi dan mengalami kepenuhan. Ilustrasi itu mau menggambarkan bahwa sikap tinggi hati akan mematikan rahmat Tuhan. Karena kebebasannya, pribadi yang sombong akan banyak kehilangan kesempatan mendapatkan pertolongan rahmat Tuhan, karena dirinya merasa serba bisa dan serba mampu dan seakan tak butuh pertolongan pihak lain. Ketertutupannya bisa membuatnya terhalang ditembus rahmat atau memiliki ‘mental blok’, meskipun pada titik tertentu jelas kemampuan manusia sangat terbatas. Hal yg sama nampaknya dialami masyarakat pada jaman Yesus hingga berkatalah Yesus:

“Aku bersyukur kepada-Mu,Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai,tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya, Bapa itulah yang berkenan kepada-Mu”.

Kesulitan kita memahami kehendak Tuhan diberi trik atau cara oleh Yesus dengan bersikap rendah hati. Dengan kerendahan hati memungkinkan kita memiliki semangat pemberian diri yg besar, dan keterbukaan hati untuk mudah dipimpin oleh Tuhan. Kerendahan hati membuat orang mudah taat, hidup sederhana dan senantiasa rela mengalahkan ego. Dengan demikian hatinya mudah ditembus oleh Roh Kudus untuk dituntun pada jalan yg dikehendaki Tuhan. Untuk mudah dituntun berarti dalam hatinya telah memiliki akses relasi yg dekat dengan Tuhan. Orang yang rendah hati pasti orang yg dekat dengan Tuhan. Kedekatan bukan hanya untuk meminta dalam doa-doa bersama atau pribadi, tetapi untuk terus beryukur atas apapun. Ia memiliki relasi batin dengan gelombang rasa yg sama dengan Allah. Jika sudah dekat dengan Tuhan, maka kita akan hafal cara kerja dan style Tuhan dalam realitas hidup ini. Untuk itulah kita akan mudah menangkap apa yg dikehendaki Tuhan dan hidup yg berkenan kepada-Nya. Semoga Injil hari ini menginspirasi kita untuk makin intim dengan Tuhan. Karena relasi yg intim dengan Tuhan memungkinkan kita menjadi lebih peka, lembut dan mudah di lemaskan kekerasan hati kita untuk bisa hidup di jalan Tuhan.
Jangan gelisah hatimu manakala banyak keinginanmu belum terwujud, cukup jadilah rendah hati, maka kita akan dimampukan melihat jalan yang lebih lebar dituntun oleh Allah dan sesama mencapai tujuan hidup yg dikehendaki Allah.

Contemplating
Marilah kita mengheningkan seluruh indera kita agar makin dekat dengan Tuhan.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki hubungan batin yg intim dengan Tuhan.

Reflecting
Apakah hidupku telah kuhayati sebagai pribadi yang rendah hati ? Atau pribadi yg sombong.

Praying
Allah Bapa yang maha kasih. Ajarilah kami peka menangkap dan merasakan karya-Mu yg dasyat dalam hidup kami setiap hari. Hingga kami makin berani menjadi utusan-Mu yang sederhana dan rendah hati.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *