Belas Kasih

SECERCAH HENING

Ada pepatah mengatakan:”Menjadi matang dalam hidup adalah pilihan, tetapi menjadi tua dan mati adalah kepastian”. Itu berarti setiap orang pasti akan mati. Namun jika benar hal itu terjadi, tidak setiap orang siap menghadapinya. Karena kematian sering menyisakan perasaan luka, kepedihan,keputusasaan, kehilangan dan mungkin depresi. Apalagi jika yang mati adalah oranga atau satu satunya orang yang mengisi dan menjadi andalan dalam hidul. Yesus sangat memahami situasi batin seperti itu dalam diri seorang janda, maka
ketika Yesus melihat janda itu,tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya:

“Jangan menangis! “sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya,dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata:”Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah! “.Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata.

Untuk jaman ini tentu tidak akan ada lagi Yesus yang membangkitkan dan memghidupkan orang mati lagi. Tetapi inspirasi dan daya Roh Yesus yang membangkitkan kematian dalam hidup, diharap bisa menginspirasi setiap orang beriman kepada-Nya untuk juga menghidupkan Kematian-kematian kecil dalam kehidupan sehari-hari. Hidup dijaman now yang makin kering dan panas ini membuat kehidupan peradaban manusia makin diambang kematian. Kematian itu antara lain:Kematian hati nurani, kematian harapan, kematian semangat berbelas kasih, kematian kasih sejati, kematian kesetiaan pada komitmen, kematian kepercayaan, dll. Dengan sabda Injil hari ini kita diajak untuk makin peka menyadari kematian-kematian yg terjadi dalam hidup kita. Dan dengan iman yg teguh kita berharap Yesus berkenan menghidupkannya melalui diri kita yg juga rapuh ini. Dengan menimba kekuatan dalam diri Yesus mari kita juga belajar berbelas kasih terhadap budaya kematian yg melanda sesama kita untuk bisa ikut terlibat menghidupkan pengharapan, kesetiaan, cinta, semangat berkorban dalam diri sesama kita. Moga dengan budaya kasih yg diteladankan oleh Yesus. Mampu menggerakkan kita memiliki semangat belas kasih untuk belajar memghidupkan aneka kematian dalam diri sesama kita.

Contemplating
Sadari tiap tarikan nafas kita menjadi saat hening untuk terarah pada pengalaman belas kasih Allah.

Actuating
Membiasakan diri hening, sadari tiap saat adalah saat untuk menghidupkan kematian-kematian kecil agar hidup makin selaras sengan semangat Tuhan yg berbelas kasih.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku makin matang dalam menghidupkan setiap kematian dalam hidup.

Praying
Tuhan Yesus ajari kami memiliki hati yang berbelas kasih seperti Engkau. Sehingga hidup kami layak menjadi perpanjangan tangan-Mu untuk membangkitkan setiap sisi kematian diri kami sendiri dan sesama kami.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *