SECERCAH HENING
Minggu,16 Oktober 2022
Luk 18: 1-8
“Buah Doa”
Menumbuk harapan fajar,
Mengayuh hari di siang terik,
Meneduh hati di senja teduh,
Tengadah syukur di remang malam.
Hidup makin berasa dengan doa,
Mengobarkan jiwa tuk mencinta,
Memoles hidup dengan rasa,
Memandang jernih hingga senja.
Saya teringat cerita yg mengisahkan seorang oma yg sangat rajin berdoa dan mengikuti perayaan ekaristi, baik saat hujan, panas, badan segar atau saat lelah, selalu berdoa dan jika mungkin mengikuti ekaristi setiap pagi. Suatu malam, cucunya bertanya.Oma itu kok rajin banget berdoa, dan ikut misa, tapi oma tetap saja sakit lutut, dan sakit yg lain, serta keadaan keluarga ini dari dulu sama saja tidak makin sejahtera atau makin kaya. Oma menjawab:” Cucuku, doa oma tidak akan mengubah semua yg kita mau, tetapi menjawab semua hal yg kita butuhkan. Coba ambilkan keranjang buah di gudang dan bawa denga air kran ke sini untuk mengisi air di amber ini. Sang cucu mengeryitkan dahi, mana mungkin keranjang yg lubang lubang bisa untuk bawa air? Tetapi ia tetap lakukan berkali kali meski tanpa hasil, sampai sang oma menghentikannya. Lantas bertanya: “Adakah hasil yg kau lihat cucuku?” jawab sang cucu :”tidak ada oma” khan keranjangnya lubang. Nah itulah gambaran doa kita yg terus menerus, jika hanya dilihat hasil fisik sesaat pasti tidak selalu terlihat ada pengaruhnya. Tapi cobalah lihat bagaimana perubahan si keranjang itu, apa yg terjadi? Si cucu masih bingung. Oma kembali bertanya:”Apakah keranjang tadi seperti ini keadaannya? atau warnanya” jawab cucu:”Tidak oma, tadi keranjang itu sangat kotor penuh dengan debu, tetapi setelah saya terus menerus mencelupkannya utk membawa air, maka pelan pelan menjadi sangat bersih meski, tak berhasil memindahkan airnya ke ember. “. Nah itulah arti doa, mungkin secara fisik tidak terlihat hasilnya, namun lama lama akan membuat hidup kita mskin bersih dari dosa dan kegelapan hidup, menjadi makin jernih dalam menjalani dan memandang hidup ini. Hal ini seiring dengan Sabda Yesus hari ini.
Yesus mengatakan suatu perumpamaan untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dan tidak jemu-jemu.
“Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yg siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka.”
Doa jelas tidak akan mengubah banyak hal dalam hidup kita. Namun doa yg tulus menjadikan hati kita dimurnikan terus menerus untuk. Hidup makin dituntun untuk selaras dengan kehendak Tuhan. Apa yg kita mau kadangkala tidak yg sungguh kita butuhkan. Doa bukan pertama tama mengajukan permohonan. Doa yg sejati adalah menjalin relasi yg intim dengan Allah, sehingga hati dan jiwa kita makin satu rasa, satu pikiran, satu pandangan atau satu frekwensi dengan Allah. Jika kita telah memiliki satu frekuensi dengan Allah maka apapun yg kita inginkan dan kehendaki akan selaras dengan kehendak Allah. Dari kesadaran ini akan terjadi bahwa doa kita selalu dikabulkan oleh Allah. Sebaliknya kita sering merasa doa kita tidak terkabul, bukan berarti Tuhan tidak sayang kepada kita, tetapi jarak keinginan kita dengan kehendak Allah belum menyatu atau frekuensi kita dengan Allah tidak sama. Semoga dengan iman yg makin kuat yg di ungkapkan dengan relasi kita yg makin intim dengan Allah hidup kita makin serasa dengan Allah. Jangan ragu untuk terus berkanjang dalam doa, meski hatimu galau, pikiranmu kacau, ragamu lelah, nafasmu terengah, menepilah sejenak. Rasakan lelahmu bersama Tuhan bahkan nikmati air matamu bersama Dia, maka Tuhan akan menenun hatimu makin berasa dan makin matang dalam mengimaniNya.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan seluruh kesadaran kita untuk mempererat hidup batin kita dengan Tuhan.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar hidupkan mengalir dari kedalaman doaku.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan buah dari kekayaan doa.
Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai,iman yg kuat. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk berdoa dan mewujudkan buah doa dalam hidup kami setiap hari. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
