Mengakui vs Menyangkal

SECERCAH HENING
Sabtu, 15 Oktober 2022

Luk 12: 8-12

“Mengakui vs Menyangkal”

Menepi di sudut hati,
Diam tuk mengagumi,
Mencintai tanpa batas diri,
Sebagai keindahan yg abadi.

Kesetiaan terbentuk dari hati,
Kagum di titian hari,
Malaikat suci menemani,
Luput tuk menyangkal cinta yg suci.

Suatu saat saya pernah mengakui bahwa saya kagum dengan seseorang, atau bahkan mengidolakan seseorang itu, karena saya kagum maka dengan sendirinya seluruh kepribadiannya bisa menginspirasi hidup saya. Baik gaya hidupnya, kata-katanya, perilakunya, cara berpikirnya, visinya, pandangannya. Meski tidak sempat membuatku lebur namun ispirasinya memperkaya dan membuat hidup penuh warna. Pada suatu titik ketika saya diklaim sebagai pengagumnya sayapun menjadi bangga dan menjadi hidup penuh api yg berkobar utk kebaikan. Rupanya pendekatan dan pola macam ini juga dipakai oleh Yesus dalam membangun hubungan yang menginspirasi untuk pewartaan bagi para murid-Nya, yg dilukiskan dalam bacaan Injil hari ini:

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: ” Setiap orang yg mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah… Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yg harus katakan”.

Apakah aku juga pernah mengaggumi Yesus? mengakui-Nya sebagai pribadi yg menginspirasi hidup? Dan pernahkah saya menjadi sungguh bangga sebagai pengikut-Nya? Jika relasi kita sampai pada pengalaman kekaguman secara personal, pengakuan dan kebanggan sebagai pengalaman batin maka disitu juga sesungguhnya pengenalannya merupakan pengenalan terhadap pekerjaan malaikat sendiri. Karena kesanggupan kita mengenal Allah secara personal dalam pribadi Yesus adalah pekerjaan Roh dan bimbingan para malaikat Allah. Suatu penghiburan kemudian bahwa Roh itu akan membimbing kita menyatakan sebuah kebenaran dalam hidup. Hingga inspirasi yg kita temukan dalam kekaguman kita pada Allah dalam diri Yesus tidak hanya mampu mewarnai kematangan dan kekayaan diri. Tetapi juga mampu mematangkan dan menginspirasi orang lain untuk mengenal dan mengagumi Allah yg terwujud dalam pola hidup yg baik sebagai kesaksian. Semoga kekaguman kita pada Yesus membawa perubahan hidup dan integritas kematangan kita, pribadi kita yg membawa kebaikan dalam hidup dan kesaksian kita setiap hari. Sehingga kita mampu terhindarkan dari penyangkalan sebagai murid Yesus atau keluar dari jalur pengaruh Yesus hingga kitapun terpisah dari keselamatan dan hidup makin gelap. Penyangkalan terjadi jika kita tidak memiliki hubungan rasa atau hubungan personal atau hubungan batin yg kuat dengan Yesus. Hal itu juga berarti tidak ada hubungan dengan Roh yg bisa membimbing kita, maka penyangkalannya termasuk penyangkalan terhadap peran malaikat dalam hidup kita. Sebaliknya dengan membiarkan diri dibentuk oleh kekaguman personal kita pada Yesus, mendorong kita rela dibimbing oleh kuasa RohNya untuk menjadi fasilitator keselamatan dengan hidup penuh kebaikan dan kebajikan.
Mari jangan ragu dan galau hatimu, perdalamlah hubungan batinmu dengan Yesus. Bukan hanya sebagai Tuhan yg jauh, tetapi sebagai pribadi yg memiliki hubungan personal yg kuat. Sediakanlah waktumu untuk hening bersamaNya tiap saat, dan berilah ruang yg khusus bagiNya di hatimu. Niscaya hidupmu akan dibimbing oleh RohNya dan malaikatNya pun akan senantiasa menjaga dan menemanimu di saat engkau berada di lorong-lorong sempit hidupmu.

Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa, hati, budi dan indera kita agar makin mudah dibimbing oleh Roh Tuhan.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan dan kuubah agar makin terinspirasi oleh buah hubungan dengan Yesus.

Reflecting
Apakah hidupku mudah diombang ambing oleh kesulitan hidup, ataukah semakin diwarnai dan dimatangkan oleh buah relasi dengan Tuhan.

Praying
Allah Bapa yang maha kasih. Ajarilah kami peka menangkap dan merasakan karya-Mu yg dasyat dalam hidup kami setiap hari. Hingga gaya hidupku selaras dengan gaya hidup Yesus yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *