SECERCAH HENING
Sabtu 14 Januari 2023
Mrk 2: 13-17
“Care and Share”
Siluet membius pandang,
Terpana aroma siang,
Panah tanpa penghalang
Levi menuju bintang.
Terpaku vibrasi masa lalu
Dosa membelenggu,
Bayang sendupenuh ragu
Ikutlah Aku jadi bhs baku
Titian hidup tiada ragu,
Ikuti panggilan utk maju
Pertobatan mulai di situ
Menyatu dgn Sang waktu
Pertumbuhan kualitas hidup seseorang tidak lahir dari kedengkian dan iri hati, tetapi dari setiap kebaikan yang dibagikan di tengah arus kebencian.
Kematangan, kedewasaan, dan kebahagiaan lahir dan bertumbuh dalam kepedulian atau “care” pengalaman disentuh, dipeluk dalam kasihi, dimengerti, dipahami, diterima. Dan selanjutnya bertumbuh dalam atmosfire pengalaman kasih -dicintai dan mencintai secara timbal balik ‘share’. Hal ini selaras dengan tindakan yg dilakukan oleh Yesus kepada Lewi si pemungut cukai. Yang oleh kaum Farisi dipergunjingkan :
“Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa ? Yesus mendengarnya dan berkata kepada ahli Taurat dan orang Farisi.”Bukan orang sehat yg memerlukan tabib, tetapi orang sakit, Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa”.
Kasih Yesus yang ditunjukkan kepada Lewi itu merupakan pengalaman kasih yg mengubah hidupnya yg miliki daya yg melampaui tekanan dan semburan pergunjingan yg di pancarkan oleh para ahli Taurat dan kaum Farisi.Pengalaman kasih dari Yesus dengan makan bersama menjadikan pengalaman itu tidak hanya soal hospitalitas tetapi soal pengalaman yg mengubah hidup si Lewi secara radikal. Pengalaman kasih menjadikan magnet yg menarik daya si Lewi mengikuti Yesus secara total. Dan kedosaannya tak menghalanginya untuk mengalami pemurnian batin yg menjadikan ia pengikut Kristus. Inspirasi bagi kita, jangan takut membiarkan diri dipeluk Allah lewat setiap tangan yg terbuka dan peduli atas hidup kita. Jangan sembunyikan dosa dan kerapuhan kita dari pelukan Allah, karena dari hatiNya yg lembut, tatapanNya yg teduh meluruhkan aneka dosa hingga kita didekapNya menjadi manusia baru.
Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, rasa dan seluruh diri agar mampu menyelami samodra kasih Allah.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dan mudah disapa Allah.
Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin peka bahwa Allah mengasihi kita dan menarik kita makin bertumbuh dalam kedewasaan kasih untuk makin peduli dan berbagi.
Praying
Allah Bapa, berilah kami rahmat-Mu agar makin tenang dan matang dalam menyikapi setiap tekanan hidup dan ajarilah kami tetap rendah hati dan rela disapa dan menimba rahmat dibawah kaki-Mu. Karena Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
