SECERCAH HENING
Senin, 21 Oktober 2024
Luk 12: 13-21
Menenun hati dikala sepi,
Menikmati tiap denyut nadi,
Mensyukuri hidup tiada henti,
Jiwa tuk menyatu dgn Sang Abadi
Masih ingatkah dengan cerita atau kisah seorang raja tersohor yg memiliki 4 isteri. Suatu saat ia sangat ketakutan untuk memasuki hidup kekal seorang diri. Maka ia memanggil keempat isteri yg disayangainya satu per satu dan ditanya masing – masing bersediakah ia menemaninya munuju hidup kekal. Namun satu per satu isterinya menolak menemaninya karena berbagai alasan.Isteri ke-4 tubuhnya yg elok dan menawan yg dirawatnya tiap waktu, isteri ke-3 harta benda yg terus dicari siang malam tiada henti yg kadang mengorbankan kesehatannya.Isteri ke-2 keluarga dan para sahabat yg disanjung dan disayang tiap hari, namun bagaimanapun mereka hanya sanggup menghantarnya sampai ke pemakaman, yang terakhir adalah isteri pertama, yg daripadanya ia merasa bersalah karena jarang merawat memperhatikannya namun ternyata dialah satu satunya yg sanggup menemaninya menuju hidup kekal yaitu : jiwanya. Ilustrasi di atas selaras dengan sabda Tuhan hari ini:
“Berjaga jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaan itu “.
Dari sabda ini Yesus hendak mengingatkan pada kita, bahwa pada satu titik tertentu kita mesti sadar bahwa yg akan menyelamatkan kita bukan pada harta, kekayaan,kekuasaan,kesuksesan,tetapi sejauhmana kita telah merawat dan mencintai kehidupan kita, melalui kasih pada jiwa kita dalam hubungan dengan Allah dan sifat-sifat-Nya. Meski kita sadar bahwa keselamatan kita pada intinya adalah pekerjaan Allah semata namun tanpa keterbukaan kita untuk menanggapi dan menyiapkannya maka keselamatan akan jauh menjangkau jiwa yg hampa. Vitamin jiwa sangat dibutuhkan agar mampu bertahan di tengah kerasnya kehidupan yakni dengan memberikan oase keteduhan, keheningan, kedamaian,pengampunan dan hidup mengembangkan sifat – sifat Allah dengan terus berkontribusi untuk kebaikan dalam hidup bagi sesama.
Contempating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali Allah yg menjamah dan menguasai jiwa kita.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menata kehidupan jiwa kita dengan mengembangkan sifat-sifat baik dalam hidup.
Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin matang dan berkembang dalam kebaikan.
Praying
Allah Bapa, ajariah kami memilika hati yg peka agar makin terbuka untuk merawat dan mencintai jiwa kami melalui setiap kebaikan yang mengarahkan hidup kami makin dekat kepada-Mu, demi keselamatan kami dalam Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
