SECERCAH HENING
Kamis, 9 Maret 2023
Luk 16:19-31
“Compassion”
Memeluk hening dengan jiwa,
Memeluk tanpa tergesa,
Mengasihi hingga terluka,
Menopang rapuh dengan cinta.
Tetes air mata cerahkan pandang,
Hirup ampunan dlm keterbatasan,
Mengulas luka dlm keheningan,
Bersukacita dalam pangkuan Bapa.
Janganlah pahit saat mengalami kesusahan hidup, karena saat itulah Tuhan sedang menenun saat bahagiamu diakhir.
Maka kadangkala kita perlu berbaring sejenak di pundak Tuhan di saat-saat lelahmu.
Semua orang berjuang dalam kehidupan ini kadang sampai habis -habisan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, agar hidupnya mapan syukur kaya. Bahkan secara nasional sebagai warga bangsa yg besar ini, kita telah diajak menghayati revolusi mental dan berbudaya kerja agar kehidupan dasar terpenuhi. Namun apakah setelah kekayaan teraup dalam genggaman, kita juga mampu menggunakannya dengan tepat? Banyak orang terjerumus dalam gaya hidup yg salah. Mengira bahwa kekayaan yg dipandang sebagai berkat dari Tuhan serta merta juga dapat menyelamatkan jiwanya. Ternyata tidak!. Kekayaan yg berasal dari kerja dan berkat hanya akan berguna jika membuahkan sikap belas kasih, dan kepedulian atau compassion bagi kehidupan sesamanya, sebab jika tidak, orang menjadi kilaf dan malah menjerumuskannya pada kesengsaraan. Banyak kali orang kayalah yg masih membutuhkan banyak lagi hal sehinga kadang harus korup, karena mengira kebahagiaan akan didapat dari kekayaan itu.Injil hari ini memberikan cara pandang yg lain :
Abraham berkata:”Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yg baik sewaktu hidupmu,sedangkan Lazarus segala yg buruk. Sekarang ia mendapatkan hiburan dan engkau sangat menderita… “.
Semoga ilustrasi keselamatan dalam Sabda Tuhan ini meneguhkan kita untuk bersikap adil dan seimbang terhadap kehidupan batin kita. Di satu sisi kita perlu memperhatikan kesejahteraan lahir, namun disisi lain kita perlu memperhatikan keselamatan dan kehidupan batin dengan hidup makin bersolidaritas dengan sesama. Khusus di masa tobat ini kita juga diajak memberi perhatian pada ruang batin terdalam atau kehidupan spiritual supaya kita makin siap menyambut hari baik kita yaitu hari Tuhan di penghujung perjalanan atau peziaraan hidup kita.
Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali kehadiran Tuhan.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menata kehidupan masa depan dalam rencana Tuhan.
Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman telah mengajariku makin menyelaraskan kesejahteraan jasmani dengan kehidupan batin yg menyelamatkan.
Praying
Allah Bapa, ajarilah kami mampu untuk belajar akan kasih dan semangatMu menyiapkan jalan keselamatan bagi kami. Mampukan kami menata masa depan kami dengan semakin berpeduli dengan sesama seturit dengan rencana dan kehendakMu. Dalam Kristus Tuhan kami Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
