SECERCAH HENING
Sabtu, 5 November 2022
Luk 16:9-15
” Discernment”
Bergegas menata bakti,
Belajar tuk terus mencintai,
Merangkul realitas tuk dimaknai,
Berikan diri hingga senja menepi.
Ruang sepi jadi saat refleksi,
Menata hati tuk terus berenergi,
Mencintai meski dilukai,
Hingga terpeluk senja yg suci.
No body is prefect tidak ada orang yg sempurna. Karena kesempunaan adalah milik Tuhan. Maka sering tidak mudah bagi kita dijaman yg serba canggih ini untuk hidup dengan cermat, perhatian dan “take care” terhadap hal-hal kecil dan sederhana namun menuntut tanggung jawab yg besar. Sebaliknya kita sering diseret pada gaya hidup jalan pintas, yg membuat gaya hidup menjadi lebih simpel dan mudah. Jika bisa nimbrung mengapa harus antri? Jika dapat bocoran kunci jawaban mengapa harus belajar dengan susah? Jika bisa bayar calo mengapa harus urus sendiri?Jika bisa “gofood” mengapa harus masak? Jika bisa pinjam mengapa harus nabung? dan lainya. Pilihan apapun tidak ada yg melarang. Namun setiap orang dianugerahi batin yg jernih untuk menimbang nimbang dan membedakan bisikan Roh yg baik dari Roh yg jahat atau Discernment. Discernment yg baik akan membantu kita membuat keputusan yg tepat seturut kehendak Tuhan dan membuat kita mudah setia terhadap perkara-perkara kecil dengan tanggungjawab yg besar. Seperti yang diamanatkan dalam Injil hari ini.
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barang siapa tidak benar dalam perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar”.
Yesus mengajak kita menjadi pribadi yg take care peduli dan bertanggungjawab apapun yg diminta untuk kita lakukan dengan cinta dan perhatian yg besar.
Kita sering tergoda untuk menghindar dari tugas pelayanan. Kita diundang untuk memaksimalkan segala kelebihan dan meminimalkan keterbatasan, agar melalui apa yg kita lakukan sekecil apapun, tetap dengan kesadaran bahwa semua untuk kemuliaan Tuhan. Kepuasan batin ketika melakukan apapun dgn tanggungjawab dan cinta yg besar, membuat kita makin berkembang dan akan siap dipercaya pada hal-hal yg menuntut tanggungjawab yg besar. Yesus tidak ingin kita hidup minimalis, sebaliknya melakukan segala sesuatu dengan cinta dan pemberian diri yg optimal maka akan mendatangkan berkat.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan seluruh kesadaran kita utk bisa membedakan bimbingan Roh yg baik.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar terbiasa melakukan hal kecil dengan cinta yg besar.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan rasa syukur dan berbuat segala sesuatu dengan cinta dan tanggungjawab yg besar.
Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai dan bahagia. Agar tiap saat mampu melakukan hal-hal sederhana sekalipun dengan kasih yg dalam dan tanggungjawab yg besar untul kemuliaan-Mu. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
