Self Talk

SECERCAH HENING
Jumat, 4 November 2022

Luk 16:1-8

“Self talk”

Menelusup lembut di ruang sunyi,
Damai menyelinap di sudut hati,
Menerpa pergumulan di tiap sisi,
Temukan jawaban di hati.

Teduh menyiram guratan hati,
Riang temukan jati diri,
Self talk jadi teman sejati,
Maknai hidup di tiap sisi.

Pernahkah kita mengalami masalah yg berat dalam hidup : Masalah hubungan dengan pasangan?, masalah anak?.masalah di PHK dari pekerjaan ?, masalah hidup di tengah masyarakat? dan masalah lain yg tak kalah mengikis kebahagiaan kita. Sehingga kita dihadapkan pada situasi blok, yg nampaknya tidak ada harapan dan titik cerah. Jika situasinya demikian apakah aksi spontan yg kita lakukan? Berpikir keras untuk mencari solusi. Ataukah berbicara dalam hati. Ning-nang-nung?. Nampaknya trik dalam menyikapi masalah juga diajarkan sejak jaman Yesus yg bisa kita renungkan dalam Injil hari ini:

Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan,bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya:

“Berilah pertanggungjawaban atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. Kata bendahara itu dalam hatinya: Apakah yg harus aku perbuat? Tuhanku memecat aku dari jabatanku, mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu… “

Dari sepenggal kisah Injil hari ini Yesus seakan akan memuji bendahara yang tidak jujur yang dengan cerdik memaksimalkan potensi kreativitasnya untuk mengatasi masalahnya. Meski buahnya tetap tidak jujur namun ia tetap memiliki kekuatan atau poin penting yakni mau dan berani bertanggungjawab atas tindakannya dengan rela di pecat tanpa perlawanan.sikap ini sama artinya dengan memiliki keutamaan atau kearifan dari sebuah kegagalan. Keberanian atau kearifan itu tentu tidak serta muncul begitu saja. Sikapnya yg mau berkata dalam hatinya (self talk) berbicara dalam hati membuat ia rela ditatapkan pada wajah konsep diri yg riil. Self talk yg dilakukan dengan penuh kesadaran akan membawa pada pengalaman mendengar suara Tuhan sendiri dari batin terdalam atau sebagai pengalaman kontemplasi sehingga bisa membuahkan ketetapan batin yg kuat utk mengambil keputusan yg tepat selaras dengan rahmat Allah. Ketetapan batin atau keputusan batin dari buah ‘self talk’ yg dalam, sering disebut pengalaman transformasi diri. Perubahan cara pandang dan sikap yg merupakan buah dari pengalam batin terdalam (actuating). Semoga pesan Injil hari ini membantu kita mampu mengolah setiap pengalaman hidup yg buruk sekalipun dari sisi kedalaman batin kita. Rela menyediakan waktu merawat rumah hati, rumah jiwa dengan mengajaknya berdoalog, dan memberi ruang hening untuk hati kita. Hingga kita mampu menerima dan menemukan jalan terbaik atas kesulitan hidup selaras dengan rahmat dan kehendak Tuhan sendiri. Jangan gelisah hatimu, jika mengalami pergumulan hidup yg berat. Berhentilah sejenak, kunjungi dirimu sejati atau ruang batin terdalam, maka dengan lembut akan engkau temukan kekuatan dan sumber keheningan yg menopangmu utk sanggup melewati setiap pergumulan dengan hati yg damai.

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan seluruh kesadaran kita utk mengalami ‘self talk’ dengan Allah lewat batin kita.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar terampil mengolah hidup batin yg berbuah dalam tindakan yg baik.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memberi waktu untuk ‘self talk’ dan merasakan kehadiran Tuhan sendiri.

Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai dan bahagia. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk mengalami kehadiran-Mu. Termasuk dalam situasi tersulit sekalipun. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *