Doa

SECERCAH HENING
Rabu, 24 Mei 2023

Yoh 17 : 11-19

” Doa”

Menelusup rindu diujung senja,
Harap bertemu cahaya,
Dekap keheningan yg tersapa,
Mengada tentang aku dan Dia.

Peluk air mata teduhkan doa,
Mengairi tandusnya jiwa,
Mengikis kerak dosa,
Merindu saat saat bahagia.

Disaat senja batinku berbisik, doa membawaku saat sunyi. Saat berhadapan dengan diri sendiri. Saat Tuhan hadir mengada dalam sepi. Menjadi saat tidak menyelesaikan sesuatu, tetapi mengubah dan memberi daya terhadap sesuatu. Manakala kita tak mampu berucap? Air mata menjadi sebuah doa yang menguatkan dikala duka. Dikala tatapan nanar meratapi kesendirian? Doa mengubah kesepian jadi keheningan yang bermakna. Dikala keputusasaan mengintip disetiap ujung perjuangan? Doa menjadi pengharapan yg menumbuhkan kesadaran baru. Dikala keterbatasan mengobarak-abrik impian? Doa menjadi setitik cahaya untuk punya daya menggapai tujuan. Di kala hidup makin berat oleh beban tanggungjawab, doa menjadi saat dialog perjumpaan, mengurai kesulitan menjadi berkat menguatkan. Maka tepatlah bahwa Yesus menjadikan doa sebagai pengalaman yang akan meneguhkan para murid dalam aneka peristiwa sulit. Dimana setiap saat adalah saat yang tepat bagiNya untuk berdoa.

“Bapa telah tiba saatnya. Permuliakanlah AnakMu… Aku berdoa untuk mereka, bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka yang telah Engkau berikan kepadaKu. Sebab mereka adalah milikKu”.

Yesus seakan tahu situasi kita saat ini, doalah menjadi jawaban ditengah kecemasan dan ketakutan kita. Kalau Yesuspun berdoa kepada BapaNya untuk kita. Maka ini merupakan ajakan bagi kita untuk mendasarkan aneka peristiwa dalam kuasaNya. Doa jelas tidak akan menyelesaikan segala sesuatu, tetapi dengan berdoa hati kita makin damai dan diterangi untuk hidup dijalanNya. Adakah doa yang salah? Ada. Manakala kita berdoa hanya untuk kehendak dan kemegahan diri sendiri atau berdoa untuk kejelekkan sesama yang melanggar budaya kasih. Sudahkah kita sungguh berdoa dengan benar??. Mari warnai hari hari hidup kita dengan membenamkan diri lebih dalam pada keteduhan air kesegaran dalam doa. Doa akan menjadikan kisah dan cerita hidup kita menjadi jalan kekudusan yg menyelamatkan dan membahagiakan kita sendiri dan sesama.
Mari jangan ragu untuk berdoa pun manakala hatimu pedih tak mampu berkata sepatahpun. Doa yg makin dalam tidak butuh kata kata lagi tetapi belajar hadir dan meresapi keheningan bersamaNya. Berilah ruang kecilmu di sudut hatiMu untuk dikunjungi Tuhan, niscaya hidupmu akan damai dalam situasi apapun.

Contemplating
Marilah kita membenamkan diri dalam keheningan dengan membawa semua pengalaman pada hadirat Allah.

Actuating
Perkuat sikap batin agar mampu menjadikan doa sebagai awal dari segala sesuatu.

Reflecting
Membiasakan diri memaknai setiap realitas sebagai manifestasi doaku.

Praying
Yesus Tuhan, kuasaMu makin nyata dalam aneka keterbatasan kami. Temanilah perjuangan kami untuk mengimani Engkau sebagai juru selamat ditengah ketakutan dan kuasa kejahatan yang merajalela disekitar kami. Buatlah kami tetap optimis dan tidak takut menghadapi kejahatan dengan kuasa kasihMu. Demi Kristus Tuhan kami, amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *