Doa

SECERCAH HENING
Selasa, 28 Februari 2023

Mat 6: 7-15

“Doa”

Saat mundur & melambat,
Menerpa cita dan harap,
Menyatu dgn rahmat,
Seirama dgn hadirNya.

Saat mundur & melambat
Cita, rasa karsa berderap,
Satu harap tuk rahmat,
Menubuh dalam harap.

Relakan dirimu dibentuk Tuhan lewat doa-doamu. Ijinkan tiap tarikan nafasmu menjadi saat Tuhan menghembuskan dayaNya yg membuatmu kuat. Ijinkan tiap kedipan matamu menjadi saat Tuhan menaruh lembaran-lembaran pengharapan dalam hidupmu. Namun bagaimana engkau berdoa sangat tergantung bagaimana kualitas relasimu dengan Tuhan.Di atas semua itu rahmat Allah yang bekerja dan menentukan segala sesuatu. Sebagaimana sebuah relasi antar pribadi, adakalanya tidak butuh banyak kata. Semakin dalam relasi kita, kata-kata tak cukup mewakili luapan kata hati yg tersimpan. Maka Yesus dalam Injil hari ini menekankan :

“Lagi pula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Karena itu berdoalah demikian:Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu… “.

Doa adalah membuka relasi seluasnya kepada Allah yang memahami segala sesuatu dalam hidup, pun termasuk ruang-ruang buta yang kitapun tidak tahu, Allah telah mengenalinya dengan jelas. Maka saat doa, kita hanya perlu membuka hati, budi, indera dan sikap batin yg benar, yg menyesuaikan dengan gelombang HZ ilahi hingga kita terkoneksi dan mudah dijangkau oleh Allah.Jika sudah terjalin relasi batin yg mendalam, maka intensi doa kita berupa: Permohonan, syukur, ungkapan kasih dan apapun intensinya, menjadi tidak terlalu penting, karena kita sudah masuk dan berenang dalam arus-Nya. Oleh karena itu tidak ada doa yg gagal atau berhasil yang ada adalah apakah hidup kita sudah terbuka lebar untuk terlaksananya kehendak Allah atau belum. Karena jauh sebelum kita berdoa Allah sudah merencanakan segala sesuatu untuk hidup kita.Dan rencana Allah selalu yg terbaik, karena Allah adalah Kasih.Hanya sejauhmana kedalaman relasi kita bisa mengobarkan kasih yg sama dalam sikap batin kita.Dan relasi kasih itu bisa terwujud dalam bentuk doa maupun gaya hidup kita. Sebagai gaya hidup apakah sikap batin kita tiap saat, tiap waktu, tiap peristiwa, tiap air mata, tiap canda tawa juga menjadi saat batin bergaul akrab dengan Allah. Mari jangan selalu sibuk berikan waktu terbaikmu untuk doamu.

Contemplating
Mari kita heningkan seluruh diri kita, membiarkan Allah menyentuh hidup kita.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin mampu berelasi intim dengan Tuhan dalam segala sesuatu.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari, menjadi saat untuk mengalami kehadiran Allah.

Praying
Allah Bapa di surga, kami bersyukur Engkau telah mengajari kami bagaimana harus berdoa. Buatlah agar seluruh hidup kami disinari oleh kuasa doa, hingga hidup kami senantiasa menjadi saat berahmat dan penuh berkat.Demi kemuliaan Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *