SECERCAH HENING
Senin, 27 Februari 2023
Mat 25 : 31-46
“More than enough”
Tangan kasih yg terulur,
Meski hidup tak selalu mujur,
Hati terus mengucap syukur.
Keutamaan kian sempulur.
Tiba-tiba saya ingat dan sangat terkesan dengan lagu favorit anak muda yg diambil dari film The Greatest Showman:” All the shine of a thousand spotlights…. All the stars we steal from the nightsky… will never be enough…. Never, never, never enough for me… “. Lagu ini sangat menggugah kesadaran saya terutama kata terakhir tentang never enough “tidak pernah cukup”. Saya juga pernah mengalami tidak pernah merasa cukup pun atas hal baik sekalipun, terpenuhi yg satu masih ingin yg lain. Tetapi setelah disadari, pada satu titik tertentu kita akan memiliki kepenuhan diri yg dibangun dari kepenuhan batin atas kesadaran rahmat. Karena ternyata
betapa hidup ini akan sangat kering dan hambar manakala kita tidak pernah merasa cukup. Hal ini akan mengkondisi kita menjadi kurang bersyukur. Yang tentu membuat kita terkungkung dan sibuk untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan sulit untuk membangun passion atau kepekaan bagi keselamatan dan kehidupan sesama. Hal ini berbeda dengan gaya hidup kerajaan Allah yg mengajak kita untuk menakar diri dengan sikap syukur dan murah hati bagi sesama. Sebagaimana Injil hari ini Yesus mengajak kita menyiapkan hadirnya Kerajaan Allah dengan kepedulian untuk:
“Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan, ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum. Ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan… “.
Orang yg peka dan peduli untuk memberi makan, minum, tumpangan, pakaian adalah orang yg dalam hidupnya memiliki sikap syukur, yg ditunjukkan dengan puas dan merasa lebih dari cukup atau “more than enough” atas apa yg diterimanya sebagai anugerah. Kepenuhan ini bukan saja dibangun atas kelimpahan hal-hal yg bersifat material,tetapi kepenuhan batin yg didapat dari kepenuhan atas cinta Tuhan yg mampu melampaui hal-hal duniawi. Sehingga pada satu titik kita akan mengalami sikap batin “rahmat-Mu cukup bagiku” .
Semoga sikap dan kesadaran untuk merasa lebih dari cukup mengarahkan kita mampu hidup bagi orang lain. Karena sikap batin orang yg tidak pernah cukup tidak akan mampu melihat kelaparan, ketelanjangan, kemiskinan di sekitarnya sebagai panggilan untuk berpeduli sebagai tanda undangan Tuhan sendiri. Semoga atas kenyataan hidup kita, kita selalu mampu membangun sikap syukur karena rahmat Tuhan lebih dari cukup bagiku, dan meluber utk makin membangun kepedulian bagi kemiskinan dan ketelanjangan sesama sebagai panggilan Tuhan bagi kita. Berkatalah cukup untuk semua hal baik yg engkau terima. Agar engkau mampu memahami ketelanjangan dan kemiskinan sesama sebagai panggilanmu untuk berbagi.
Contemplating
Marilah kita mengheningkan seluruh indera kita agar makin peka melihat kebaikan dalam segala sesuatu. Dan berkata anugerahMu cukuplah bagiku.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan atau kuubah agar makin peka menangkap kasih Tuhan yg menumbuhkan sikap syukur dan hidup lebih dari cukup.
Reflecting
Apakah hidupku banyak ditentukan oleh gaya relasiku dgn bimbingan Allah? Ataukah banyak gaya sehingga hidup merasa tidak pernah cukup.
Praying
Allah Bapa kami, lembutkanlah kekerasan hati kami, agar hati dan jiwa kami mudah dibentuk oleh kuasa Roh-Mu, sehingga kami mampu melihat segala sesuatu dengan penuh syukur dan hidup mencukupkan diri dari anugerah-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
