SECERCAH HENING
Kamis, 22 Desember 2022
Luk 1:45-56
“Don’t give up”
Sabar tak bertepi,
Syukur tak berujung,
Sukacita tak terputus,
Bagi yg taat & percaya.
Tak ada kedukaan dan kegalauan yang terus menerus, demikian tiada kebahagiaan yg takkan berakhir, namun hati yang tiada berputusasa akan terus menemukan berkat tersembunyi dibalik realitas. Maka marilah jangan biarkan keputusasaan hinggap di relung hati kita, don’t give up jangan berputus asa karena Tuhan ada. Mari terus berjalan maju dan arungi hidup untuk menatap lembah dan gunung kehidupan tuk menggapai matahari. Itu ilustrasi gambaran pergumulan Maria setelah kegalauan hidup menghimpitnya dalam keraguan yg sempurna, ia tak berhenti tapi terus melompat mengunjungi Elisabet saudarinya sebagai simbul lompatan kehidupan yang terus disambut dengan cara pandang baru. Seperti dilukiskan dalam Injil hari ini:
“Dalam kunjungannya kepada Elisabeth, ketika dipuja bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata:”Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah juru selamatku….”
Pujian atau magnifikat Maria bukan lahir dari kemewahan hidup dan rangkaian sukacita yg tidak akhir, tetapi buah dari perasan air mata kegalauan dan keraguan hidup atas kehamilannya yg menyentak karena atas kuass Roh Kudus yg tak lazim. Namun jiwa rohaninya, dan mata kontemplasinya mampu menerobos pemahaman akan scenario Allah dalam hidupnya hingga ia sanggup keluar dari kungkungan keraguan dan ketakutan, serta melangkah dengan pasti menuju ke pegunungan. Perjumpaan yg penuh pujian dari Elisabeth tidak membuat ia silau tetapi melahirkan pujian abadi yg makin menjadikan kuasa Allah makin besar dalam dirinya. Karena kesanggupannya mengolah aneka kelemahan manusiawi menjadi berkat. Maka pribadi Maria makin berkharisma dan siapapun yg mendekatinya makin memuji Allah…. “my soul proclaiming the greatness of the Lord”.
Setiap perjumpaan dengan Maria membuat jiwa yg tergerak untuk kebaikan. Inspirasi bagi kita, bahwa hidup ini kaya bukan hal baik yg selalu menghampiri kita, tetapi hal terburukpun akan membuahkan berkat jika kita sanggup merangkulnya bersama Allah. Dengan demikian kitapun juga diajak untuk don’t give up tidak putus asa manakala menghadapi kerasnya dan kelamnya kehidupan, karena bulan dan matahari akan terus berbagi peran untuk menerangi jiwa kita. Moga keterbukaan kita rela merangkul kehidupan dalam semangat Tuhan, membuat hidup kita merupakan rangkaian magnifikat, dan membuat orang lain yg mendekati kita makin dekat dengan Allah yg menyapa. Semoga….
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk makin dekat menyelam dalam samodera kehidupan Allah.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki sikap iman seperti Maria.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah mewujudkan sukacita dalam berbagi berkat.
Praying
Bapa yang maha kasih, syukur atas sapaan-Mu melalui teladan dan magnifikat Maria dalam mewartakan sukacita iman atas panggilan-Mu. Semoga jiwa yg bersukacita boleh kami hayati dalam perjalanan menyongsong kelahiran Putera-Mu Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr.Albertine.OP
