SECERCAH HENING
Senin, 7 November 2022
Luk 17: 1-6
“Energi yg Mentransformasi”
Tersenyum mendamba pagi,
Menari di senja hari,
Meniti tangga hati,
Memaknai apapun yg terjadi.
Indah dlm balutan pemberian diri,
Menginspirasi dari hati,
Memandang dgn kacamata ilahi,
Mencintai tiada pernah henti.
Seseorang pernah berkata:”Tidak terlalu penting engkau beragama, jika engkau tidak beriman”. Beriman rupanya menjadi jauh lebih penting dari pada beragama. Agama adalah wadah bagi orang beriman untuk mengekspresikan imannya seturut dengan ajaran kebenaran.Iman tumbuh seiring dengan kesadaran setiap orang untuk rela dibentuk dan dibina, membentuk dan membina diri seturut dengan tuntunan kebenaran atau kalau kita seturut dengan kematangan menjalin relasi dengan Yesus. Maka tepat dalam Injil hari ini para murid meminta imannya ditambahkah kepada Yesus dalam sabda berikut:
“Kata Para rasul kepadaTuhan:”Tambahkanlah iman kami!”. Jawab Tuhan:”Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja,
Kamu dapat berkata kepada pohon ara ini:Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu”.
Iman mengambil bentuk menjadi sebuah energi yang kuat yang mampu mengubah atau menstransform” menjadi pengalaman yg dasyat yang ditimbulkan dari kekuatan batin seseorang. Kematangan dan kedalaman iman seseorang akan terlihat nyata ketika ia berada pada situasi batas atau situasi limit sebagai manusia. Contoh saat menghadapi kematian, kegagalan, kehancuran, putus harapan, penderitaan, perceraian, peperangan, bencana, dll. Kematangan iman akan memberi energi untuk bertahan dalam situasi baik (survive) di tengah situasi yg buruk sekalipun. Iman yg kuat akan Tuhan, mampu menstranfrom cara pandang yg baru, menurut cara pandang Tuhan. Ia mampu melihat rencana Tuhan yang baik, dalam segala sesuatu dan segala sesuatu bisa mengarahkan kesadaran dan pandangannya kepada Allah. Hingga iman bisa membawa seseorang sampai pada pengalaman kemustahilan bukan karena kekuatannya sendiri, tetapi lebih karena kekuatan Tuhan.Penghayatan iman yg baik, selalu menghasilkan cara pandang yg baik terhadap segala sesuatu, tidak cukup hanya berpikir positif,tetapi harus diwujudkan dengan berprakasa positif, bertindak positif dan mengubah keadaan secara positif pula. Semoga Injil hari ini menginspirasi kita untuk terus memperdalam iman dan hubungan yg matang dengan Tuhan. Hingga hidup kita makin adem, tentrem dalam menyikapi panasnya kehidupan ini.
Jangan ragu untuk terus beriman kepada Kristus, dan berani mengubah keadaan makin menjadi baik lewat kata-kata kita, keputusan kita, tindakan kita dan kesaksian hidup nyata meskipun lewat hal hal kecil sekalipun, menjadi saat Tuhan menenun hatinNya di hati kita yg penuh damai dan kelimpahan.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, dengan menghirup nafas lewat hidung, hembuskan lewat mulut. Sentuhlah hatimu dengan tangan kananmu dan nikmati menjadi saat menimba rahmat Tuhan. Tersenyumlah untuk dirimu, untuk sesama, untuk alam semesta dan untuk Tuhan.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar terbiasa menimba energi dari kedalaman iman.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah memperlihatkan hidup yg dijiwai oleh semangat iman hingga selalu menghasilkan perubahan positif dalam kehidupan.
Praying
Allah Bapa di surga berilah kami hati yg damai,iman yg kuat. Agar tiap saat adalah saat yg tepat untuk mewujudkan iman yg tangguh dalam menghadapi semakin panasnya kehidulan ini. Demi Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
