Fiat Voluntas Tua

SECERCAH HENING
Sabtu, 25 Maret 2023

Luk 1:26-38

“Fiat Voluntas Tua”

Hening dalam temaran senja,
Menelisik jarum kehidupan,
Merenda cinta dlm gulana,
Malaikat surga menyapa.

Sesaat gelap melanda,
Persimpangan tergelap tiba,
Kematian rajam di depan mata,
Sosok bersahaja mengada.

Siluet kehidupan berbalut duka,
Berteman sepi menata jiwa,
Gapai ‘Fiat voluntas tua’
Suka & duka berbalut cinta.

Hanya hati yg mencintai yang bisa hidup taat. Hidup dengan ketaatan yang tulus, sanggup mengubah gocangan hidup menjadi jalan pematangan. Seperti perjalanan Bunda Maria dalam ‘Fiat voluntas tua’
“jadilah padaku menurut kehendak-Mu”.Ungkapan ini indah, namun betapa beratnya jika harus dijalani tanpa sebuah kepastian. Keraguan, ketakutan, kecemasan, dan aneka rasa bisa membawa kita pada titik tergelap dalam hidup. Sama halnya dengan perjuangan sebagian dari saudara kita yg sedang sakit yg tak kunjung sembuh, saudara kita yg tengah menuntut keadilan, yang dilanda bencana. Betapa tidak mudahnya memahami kehendak Tuhan. Dan pergumulan itulah juga menjadi saat terberat yg dialami oleh Bunda Maria.
Khabar dari Malaikat yg menemuinya akan mengubah sejarah hidupnya dikemudian hari. Seperti yg dikisahkan dalam Injil sebagai berikut:
Dalam bulan yg keenam Allah menyuruh Malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yg bertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud. Nama perawan itu Maria.Kata Malaikat kepadanya:

“Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus… Kata Maria:”Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu”.

Keputusan Maria berani menerima tawaran Malaikat adalah keputusan besar yg penuh resiko. Belum lagi di tinggalkan oleh Yusuf tunangan yg dicintainya. Keberanian Maria adalah buah dari kematangan hidup batinnya yg dibimbing oleh Roh Kudus. Kemantapan hati Maria dalam melewati kekalutan hidup ini, karena Ia dekat dengan Allah. Jika Maria tidak memiliki kedekatan batin dgn Allah, maka Ia pasti tak sanggup melewati goncangan yg hebat ini.Dan kesanggupannya ternyata membuahkan keselamatan bagi umat manusia. Jika Maria tidak berkata Ya, maka Yesus mungkin tak akan pernah ada.
Maka marilah pada perayaan hari ini, kita bersimpuh memohon rahmat pada Bunda Maria, agar saat saat mencemaskan dalam situasi kita saat ini, menjadi saat belajar bersama Maria, belajar menangkap kehendak Allah dengan kasih dan ketulusan. Kita sangat yakin karena hidup batin yg kuat dengan Allah membuat kehidupan cintanya menjadi subur sehingga kegoncangan hidup tidak menjadikan ia makin rapuh, namun justru makin kuat dan matang. Semoga berkat teladan bunda Maria membuat kita sanggup memeluk goncangan hidup dengan cinta,taat dan sikap iman yg matang. Hingga khabar apapun yg kita dengar masuk dalam batin yg matang berbuah menjadi khabar sukacita bagi diri sendiri dan sesama. “Good news start with me”

Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga,rasa, hati, budi dan hati untuk makin dekat menyelam dalam samodera kehidupan Allah.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar memiliki sikap iman seperti Maria.

Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah mewujudkan satu sikap Maria sebagai teladan iman.

Praying
Yesus, ajari aku hidup seperti Maria Bunda_Mu. Sederhana, matang, taat dan semeleh dalam menerima keputusan Tuhan yg berat dengan damai. Kegoncangan batinnya tidak membuatnya rapuh namun makin matang dalam hidup demi kuasa Tuhan yg makin dimuliakan. Bunda Maria tuntunlah dan lindungilah kami. Salam Maria….

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *