SECERCAH HENING
Luk 6 : 43-49
Menyulam benang-benang ragu,
Menepi di ruas jalan termangu,
Ragu badai khan berlalu,
Saat ruang kosong diisi jiwa pilu.
Siluet muncul di tengah ragu,
Gapai Dia di sudut waktu,
Kuat berfondasikan batu,
Retas integritas hingga senjaku.
Pernahkah kita membuat atau mengamati pembuatan fondasi bangunan? Fondasi merupakan bangunan dasar yg menyangga aneka konstruksi bangunan di atasnya. Jika fondasinya kuat maka bangunannya akan kuat pula, namun jika fondasinya lemah maka bangunan akan rapuh dan mudah roboh.Demikian pula dalam membangun kehidupan yang benar dibutuhkan fondasi yang kuat. Sebagaimana sabda Yesus dalam Injil hari ini:
“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu…”.
Hidup kita ibarat bangunan, perlu fondasi yang kuat agar diri kita tidak rapuh dan mudah hancur manakala di hantam oleh aneka badai kehidupan. Kekuatan fondasi ditentukan oleh ikatan yg kuat dan melekat antara keterbukaan diri untuk dibentuk dengan rahmat Tuhan.Kualitas fondasi membuat seseorang memiliki integritas diri yang membuatnya sanggup menghadapi aneka badai kehidupan dengan sikap yang asertif yakni tegar, bijak, tenang, rendah hati dan penuh syukur. Setiap kegagalan menjadikannya makin kuat dalam membentuk integritas dirinya. Sebaliknya fondasi yg lemah, membuatnya menjadi pribadi yg rapuh, mudah hancur, panik dan penuh keluhan, manakala menghadapi kerasnya kehidupan. Integritas diri yg merupakan fondasi kehidupan seseorang banyak ditentukan oleh kualitas kedalaman relasinya dengan Tuhan, dalam lorong-lorong keheningannya. Integritas diri dimatangkan dengan mengunyah setiap sabda menjadi nyata dalam dirinya. Semoga sabda Tuhan hari ini menginspirasi kita makin teguh membina diri, memperkuat bangunan rohani agar hidup kita makin kuat, manakala perjalanan hidup banyak tantangan takkan mengurangi kebahagiaan kita sebagai anak-anak Allah. Janganlah takut dan gelisah hatimu, manakala hidupmu mengalami badai kehidupan, ambilah jarak, menepilah sejenak dan dengarkan hatimu terdalam. Kadangkala Tuhan tengah merajut kekuatanmu, menyulam rapuhmu menjadi berkat yang melimpah di hari hari setelah badai hidupmu. Janganlah memisahkan diri dari jangkauanNya. Niscaya hidupmu makin kokoh justru oleh aneka badai yg sanggup engkau lalui.
Contemplating
Mari kita tarik nafas pelan pelan, sadari setiap tarikan dan hembusan nafas adalah saat menimba kekuatan dari Tuhan, sambil tetap heningkan seluruh diri kita, utk menimba daya kepenuhan kasih Allah.
Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan dan kuubah agar makin mantap dalam membentuk bangunan rohani berlandaskan relasi yg kuat dgn Allah.
Reflecting
Apakah hidupku setiap hari telah dibangun dengan fondasi sabda yg menginspirasi hidup.
Praying
Allah Bapa di surga, kami bersyukur Engkau telah menguatkan kami setiap hari melalui Sabdu-Mu. Ajarilah kami setia untuk rela dibentuk dan membentuk diri oelh rahmat-Mu, hingga kami mampu membangun fondasi hidup atas dasar kehendak-Mu. Demi kemuliaan Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
