Gelar Karya dan Tutup Tahun Ajaran 2024/2025
SD Fatima Rawaseneng
“Berawal dari Semangat Memulai dari Apa yang Ada”
Beralamat di Jl. Biara Trappist Pertapaan Santa Maria Rawaseneng berdiri kokoh sekolah di bawah naungan Yayasan Santo Dominikus (Suster-suster OP). Sekolah tersebut adalah SD Fatima Rawaseneng, di mana sekolah ini satu komplek dengan TK Fatima Rawaseneng dan Biara Suster-Suster Santo Dominikus Rawaseneng.
Terletak ditempat yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota, SD Fatima ini dipimpin oleh Kepala Sekolah yang bernama Ibu Sudiyem, S.Pd. atau biasa disapa Ibu Roma. Meskipun SD Fatima ini terletak di Rawaseneng Temanggung Jawa Tengah namun secara administratif sekolah ini masuk dibawah naungan Yayasan Santo Dominikus Kantor Cabang Yogyakarta.
Tak jauh berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya SD Fatima Rawaseneng pada akhir Tahun Ajaran 2024/2025 ini juga menutup tahun ajaran dengan mengadakan Gelar Karya P5 dan Tutup Tahun Ajaran.
Agenda ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Juni 2025 yang dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai bertempat di halaman SD Fatima Rawaseneng. Kegiatan ini dihadiri oleh Suster, orang tua, pemerhati dan pejabat setempat. Kegiatan ini sebagai ajang anak-anak untuk berkreasi dan ungkapan syukur atas terlaksananya tahun ajaran kemarin dan doa untuk persiapan tahun ajaran baru.
Pada kesempatan itu Kepala SD Fatima Rawaseneng (Ibu Roma) dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada para orang tua dan ucapan terima kasih atas gerak cepat para orang tua dalam kegiatan Gelar Karya P5 dan Tutup Tahun 2024/2025.
Beliau menyampaikan, acara ini sangat mendadak karena untuk memenuhi terlaksanya program kerja, namun para orang tua sangat tanggap dengan kegiatan ini. Disampaikan juga bahwa kegiatan ini hanya sederhana dengan memulai dari apa yang ada, tapi buktinya sangat luar biasa. Pada kegiatan ini juga tersedia hasil bumi dan hasil kreasi yang dibuat orang tua mulai dari sayuran dan makanan tradisional khas Rawaseneng.
Syukur pada Allah bisa bersama dalam kegiatan ini, disampaikan juga bahwa sekolah Fatima tahun ajaran ke depan masih menggunakan Kurikulum Merdeka dan ada tambahan deep learning, jadi anak-anak akan selalu mengikuti perkembangan pendidikan.
Acara tutup tahun ini tentunya terlaksana berkat kerjasama dan kolaborasi antara Sekolah, orang tua dan pemerhati yang senantiasa mendukung kegiatan yang diadakan sekolah. Peran para Guru dan Kepala Sekolah juga sungguh luar biasa karena tanpa kerja keras serta kerjasama yang baik tidak akan sukses kegiatan ini.
Kegiatan apa saja yang ada di acara tersebut?
Adapun rangkaian acara dan kegiatan itu antara lain:
- Tersedianya Stan berbagai makanan seperti jajanan pasar, minuman dan sayuran yang dikelola oleh para orang tua siswa terutama ibu-ibu dengan harga yang masih terjangkau.
- Pameran karya seni rupa dan seni tari
- Mendongeng
- Fashion show dari bahan plastik bekas
Tari Warok
Mengapa tari Warok sangat diminati, bahkan dalam berbagai kegiatan sering ditampilkan?
Karena dari kisah ceritanya yang memiliki nilai budaya dan muatan yang bisa diambil dari maknanya, seperti memiliki sifat-sifat kesatria, berbudi luhur, dan berwibawa. Tari Warok merupakan warisan budaya yang kaya akan makna dan filosofi, yang terus dijaga dan dilestarikan hingga saat ini.
Ibu Roma menyampaikan, tari Warok adalah tarian tradisional dari Jawa Timur, Indonesia. Tarian ini menggambarkan seorang pendekar atau jawara yang memiliki kekuatan fisik dan spiritual serta menceritakan tentang keberanian, kekuatan, kebersamaan dan kesaktian Warok dalam menghadapi tantangan dan musuh. Tarian ini menampilkan gerakan-gerakan yang kuat, dinamis, dan penuh semangat, serta diiringi dengan musik tradisional.
Kami memilih tarian ini karena sesuai dengan brand sekolah SD Fatima yaitu Sinau Kanthi Sigrak lan Gumregah dengan harapan anak-anak dan lulusan nanti menjadi pribadi kaum muda yang penuh semangat, gercep, berani, percaya diri dan tangguh serta terlatih menghadapi tantangan di masa depan. Diharapkan anak-anak juga memiliki sifat-sifat seperti yang ada dalam tari Warok tersebut.
Tari-tarian ini dimeriahkan dari Sanggar Raras Kinasih dan Tari Warok Kidung Bumi Rawaseneng. Tari Warok ini cukup meriah dan menarik untuk ditonton karena penarinya adalah siswa-siswa dari SD Fatima Rawaseneng kelas 3, 4, dan 5 yang bernama: Galang, Radit, Sage, Kenzo Samuel, Robby, Nandar, Dwi, Panji, Jojo, Kenzo Puna. Tak kalah serunya para Guru SD Fatima juga ikut menari, mereka meliuk-liukan kuda kepang/jaran kepang sebagai media untuk menari dengan diiringi musik gamelan yang indah untuk dinikmati.
Fashion Show
Fashion show ini tidak dilombakan. Fashion show ini diadakan untuk melatih keberanian dan percaya diri peserta didik. Kegiatan ini diikuti oleh 15 siswa yang terdiri dari 7 siswa putra dan 8 siswi putri. Bahan yang digunakan untuk Fashion Show adalah plastik bekas.
Disampaikan lebih lanjut oleh Ibu Roma, pemanfaatan barang bekas dapat memberikan edukasi, ajang krativitas anak bahwa bahan bekas yang tidak ada gunanya apabila dimanfaatkan dengan baik, bahan bekas tersebut dapat diubah menjadi barang yang bernilai dan bermanfaat. Siswa-siswi tampak cantik dan ganteng menggunakan pakaian dari bahan plastik ditambah dengan lenggak-lenggok mereka menambah nuansa apik di atas panggung.
Stan makanan, minuman dan sayuran
Kegiatan lainnya disampaikan juga oleh Ibu Roma bahwa kegiatan kewirausahaan dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dilaksanakan dalam Gelar Karya merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis proyek yang mengangkat tema kearifan lokal. Dalam kegiatan ini, siswa bekerjasama dengan orang tua dalam proses produksi, pengemasan, dan penjualan hasil bumi serta makanan olahan.
Produk yang dijual antara lain berupa hasil bumi seperti ketela, pisang, jagung, dan sayuran. serta makanan jadi hasil olahan dari bahan-bahan tersebut seperti keripik pisang, getuk, jasuke (jagung susu keju), jus buah, salad buah, nasi jagung dan berbagai kudapan tradisional lainnya. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa sejak dini, tetapi juga untuk melatih tanggung jawab, kerja sama, dan kreativitas.
Penjualan produk dilakukan di lingkungan sekolah dan terbuka untuk masyarakat umum, sehingga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang nyata bagi siswa dalam mengenal dunia usaha dan berinteraksi dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bagaimana mengelola hasil bumi menjadi produk bernilai jual, sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Mendongeng
Tema yang diambil adalah “Aku Garam dan Terang Dunia”
Di ikuti oleh Benedicta Aghna Valerie dan Anindya Kenya Varisha yang menceritakan tentang seorang anak yang bernama Laurren dan keluarganya yang takut akan Tuhan. Laurren anak yang taat berdoa dan berperilaku jujur dalam segala hal sesuai perintah gereja Katolik. Laurren menghadapi tantangan di lingkungan sekolah yang baru, Ia mengalami tindakan perundungan dan pengancaman. Laurren tidak terbawa dengan lingkungan yang negatif, dengan penguatan dari Ayah dan Ibunya ia berhasil melawan ketakutannya dan mulai membuat perubahan bagi lingkungan sekitarnya ke arah positif. Itu tadi adalah aneka macam kegiatan yang ada dalam kegiatan tutup tahun.

Pada kesempatan itu juga disampaikan testimoni Ibu Mulyati salah satu orang tua siswa/siswi SD Fatima Rawaseneng yang menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan P5 (21/5), karena disitu melihat kekompakan Bapak Ibu Guru, Wali Murid dan siswa. Mereka sangat kreatif karena memanfaatkan barang bekas atau barang yang ada menjadi kreatifitas yang sangat luar biasa dan dari situ orang tua juga bisa melihat talenta anak-anak yang mungkin di rumah tidak terlihat di Fatima benar-benar di gali dan dapat menjadi pertunjukan yang sangat bagus. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada SD Fatima semoga semakin maju dan semakin jaya.
Hal senada juga disampaikan Ibu Roma dalam sambutanya di awal yang memiliki harapan ke depan semoga kegiatan ini bisa berlanjut dan mencetak siswa-siswi yang semangat, gercep, berani, percaya diri dan tangguh serta terlatih menghadapi tantangan di masa depan, dan kegiatan ini akan dilaksanakan kembali dengan kolaborasi para orang tua dan anak-anak. Bangga mempunyai anak yang bertalenta di dunia seni.
Mari kita dukung semoga SD Fatima Rawaseneng semakin berkembang, maju dan jaya melalui brand-nya” Sinau Kanthi Sigrak lan Gumregah.”


-Arta Murti-

