Gibran

SECERCAH HENING
Senin, 20 Maret 2023

Mat 1:16.18-21.24

“Gibran”

Malam makin larut,
Hati makin ciut,
Taat membuat kalut
Cinta melunturkan takut.

Kegelisahan memberi arti,
Inspirasi kesucian masa kini.
Memilih untuk mencintai
Mengubah dunia dalam sepi.

Setiap orang punya kegelisahan, kegamangan dan kegalauan dalam hidup. Namun tidak semua orang memiliki kegigihan dan keberanian (Gibran) yg sama dalam menyikapi kegelisahannya. Karena setiap keputusan dan sikap yg akan diambil pasti membawa resiko-resiko yg tidak mudah. Orang terpaksa harus berani mengalahkan dirinya atau mengambil jarak dengan ‘ning-nang-nung’ untuk bisa membuat keputusan yg tepat. Keputusan yg diambil untuk mengatasi kegelisahannya sering merupakan potret dari kualitas dan integritas dirinya. Hal ini terlihat jelas seperti sikap Santo Yusuf yg kita rayakan hari ini dan dengan jelas dikisahkan dalam Injil hari ini :

“Ketika Malaikat Tuhan nampak dalam mimpi Yusuf dan berkata:”Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang didalam kandungannya adalah dari Roh Kudus”.

Sesudah bangun dari tidurnya,Yusuf berbuat seperti yg diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.
Perkataan Malaikat ini menunjukkan adanya dilema dan kerisauan yg amat mencekam dalam diri Yusuf, bagaimana tidak gadis yg dicintainya tiba-tiba hamil yg bukan dari dirinya. Mengambilnya sebagai isteri atapun tidak keduanya bukanlah pilihan yg mudah karena keduanya memiliki resiko yg berat baginya. Namun hal yg mengagumkan dalam diri Yusuf adalah bahwa ia mau dengan gigih dan berani (gibran) serta kreatif untuk mendengarkan dan mematuhi kehendak Allah lewat suara batin atau suara Malaikat di dasar hatinya. Dan inilah yg layak menjadi inspirasi iman bagi kita, di saat galau dan gelisah kita sering mengedepankan keinginan, emosi dan pikiran kita sendiri, hingga kita lupa mendengarkan Allah. Kita sering memilih mengikuti yg enak dan menyenangkan.St.Yusuf menjadi contoh bagi kita bagaimana harus bergumul dalam hidup dengan sikap yg wening , rendah hati, bekerja dengan diam untuk menyelami persoalan kehidupan dengan sikap yg damai. Buahnya adalah keselamatan yg lebih besar untuk dirinya, keluarga, sesama dan kemuliaan Tuhan. Kelemah lembutan yg ditunjukkan Yusuf terhadap aneka dilema bersama Maria menyentuh titik rapuh dan belajar untuk menerima apapun yg terjadi dalam hidup dengan sikap taat. Jalan rohani yg ditunjukkan Yusuf bukanlah jalan yg menjelaskan tetapi jalan yang menerima. Yusuf dengan sikap diamnya ternyata bukanlah pribadi yg mundur dan pasif tetapi ia pribadi yg berani dan kuat. Keluruhan budinya membuatnya tunduk pada cinta kasih.
Jangan gelisah hatimu jika mengalami berbagai persoalan kehidupan, pilahlah jalan penerimaan, tunduklah sejenak, karena saat itulah kelembutan Allah akan menopang titik rapuhmu untuk dikuatkan.

Contemplating
Marilah kita satukan jiwa, raga, rasa dalam keheningan,rasakan dan kenali cara Tuhan menawarkan kebahagiaan bagi kita, ditengah kegalauan hidup.

Actuating
Pola hidup apa yg perlu kubiasakan agar makin peka menangkap setiap realitas sebagai saat mendengarkan suara dan kehendak Tuhan.

Reflecting
Apakah aneka pengalaman sulit telah mengajariku makin peka menangkap wajah Yesus dan kehendak-Nya.

Praying
Allah Bapa, berilah kami rahmat-Mu agar makin gigih dan berani mengambil sikap dan keputusan yg tepat di tengah pergumulan kehidupan dengan berani mendengarkan dan mengikuti Kehendak Allah. Seturut teladan Kristus Tuhan kami Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *