Get Up

SECERCAH HENING
Selasa, 21 Maret 2023

Yoh 5:1-3a.5-16

“Get up”

Manja berpeluk duka,
Merintih dalam jiwa terluka,
Nyaman dalam kubangan dosa,
Bermimpi meraih asa.

Meronta & menuntut sesama,
Lupa peluang di depan mata,
Bangun dan sapu nestapa,
Dia ada atasi segala.

Jangan khawatir mengalami goncangan atau gelombang kehidupan, karena tiap riak gelombang sesungguhnya Tuhan sedang mendekatkanMu dalam jangkauanNya.
Sehat-sakit, lahir-mati, jatuh-bangun, sukses-gagal, terluka-bersukacita adalah proses yg membuat hidup penuh warna dan dinamika. Semakin kontras sisi hidup itu, makin memberi loncatan energi yg kita dapat untuk makin bertumbuh.
Namun bagaimana situasi kontras yg sedang dijalani akan terjadi, ada banyak keadaan yg mempengaruhinya. Orang sakit bisa sembuh bukan karena berat ringannya penyakit saja, tetapi seberapa besar orang yg bersangkutan sanggup bangkit dan mau keluar dari zona kenyamanan penyakitnya. Namun banyak orang sering justru nyaman atau ‘calm down’ dengan zona kejatuhannya. Hal ini senada dengan sabda Yesus dalam Injil hari ini. Yang dengan tegas mendobrak kenyamanan orang yg sudah puluhan tahun nyaman dengan sakitnya.Dan kehadiran Yesus menantang zonanya kesadarannya dan berkata :

“Maukah engkau sembuh? ” Jawab orang sakit itu kepada-Nya:”Tuhan, tidak ada orang yg menurunkan aku ke dalam kolam itu ketika airnya goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendajului aku”. Kata Yesus:”Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah” pada saat itu sembuhlah orang sakit itu.

Kisah ini menggemaskan,
si sakit didobrak untuk rela bangkit, bukan karena Yesus tidak mau menolong tetapi kesembuhan yang dianugerahkan Yesus bekerja dalam kesiapan mental si sakit untuk percaya kepada kekuatan Tuhan. Dalam kisah di atas si sakit tidak menjawab pertanyaan Yesus tentang maukah engkau sembuh? Jawabnya sebenarnya cukup ‘Mau’ atau’tidak mau’ tetapi si sakit malah menyalahkan orang lain yg tidak berbuat bagi dirinya. Hal ini justru bisa menghalangi kuasa Yesus langsung bekerja atas kesembuhannya. Karena buktinya dengan Yesus ada di hidupnya si sakit tidak perlu diceburkan ke air lagi, karena Yesus sendiri air kesembuhan, air kehidupan. Dan kuasa Yesus sudah ada tinggal maukah ia “get up” bangun dan mengangkat tilam disertai dengan sikap rendah hati memohon kekuatan Allah. Setiap orang yg jatuh terpuruk bisa jadi disebabkan justru oleh tilam kenyamanan. Tilam kenyamanan yg membuat kita tidak bisa sembuh dan bangkit dari keterpurukan hidup adalah: kemalasan, kenyamanan, iri hati, berpikir negatif, mengeluh, menyalahkan orang lain dan keadaan, pesimistis,dll yg bisa merupakan “mental block” kehidupan kita. Sanggupkah di masa tobat ini kita rela mengangkat tilam kita sendiri untuk mau bangkit dari keterpurukan hidup kita, baik karena sakit, kegagalan ekonomi, persoalan keluarga, pekerjaan, relasi, bisnis, dan keterpurukan lainnya. Ajakan Yesus untuk bangun dan mengangkat tilam membuat kita sembuh dan mengalami hidup baru. Juga disaat saat sulit dan duka karena wabah seperti saat ini, semoga kita tetap mampu bersikap optimis, penuh harapan tekun dan berjuang memohon rahmat Tuhan.
Jangan ragu untuk bangun dan angkat rapuhmu, di setiap ujung lelahmu, Tuhan ada menopangmu dengan lenganNya yang perkasa.

Contemplating
Marilah kita heningkan jiwa, raga, hati dan budi kita agar beroleh damai untuk bisa mengalami kehadiran Tuhan.

Actuating
Membiasakan diri hening, sadari tiap saat adalah saat untuk menghidupkan kematian-kematian kecil agar hidup makin selaras sengan semangat Tuhan yg berbelas kasih.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku makin matang dalam menghidupkan setiap kematian dalam hidup.

Praying
Tuhan Yesus ajari kami memiliki hati yang berbelas kasih seperti Engkau. Sehingga hidup kami layak menjadi perpanjangan tangan-Mu untuk membangkitkan setiap sisi kematian diri kami sendiri dan sesama kami.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *