IHT YSD 2026

Transfigurasi Karya Pendidikan Selaras dengan Karisma Pendiri

Kegiatan In House Training (IHT) Yayasan Santo Dominikus (YSD) tahun 2026 diselenggarakan pada Kamis–Sabtu, 16–18 April 2026, bertempat di PPSM. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Kantor Cabang, para Kepala Sekolah beserta tim manajemen, serta para suster yang berkarya di bidang pendidikan. Sebanyak 22 unit sekolah turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Pembukaan IHT berlangsung meriah dengan perarakan yang diiringi lagu Laudare. Barisan diawali oleh pembawa bendera Merah Putih, diikuti bendera YSD, kemudian Kepala BPYSD bersama jajaran pengurus, serta perwakilan Kantor Cabang dari Cimahi, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, dan sekolah-sekolah Veritas. Suasana penuh sukacita dan antusiasme tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan sejak awal.

Mengusung tema “Transfigurasi Karya Pendidikan Selaras dengan Karisma Pendiri”, IHT 2026 bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang makna transfigurasi dalam karya pendidikan secara komprehensif, memperkuat soliditas tim kepemimpinan sekolah, serta menyelaraskan pelaksanaan tugas dengan visi, misi, dan rencana strategis YSD. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang berdampak pada peningkatan jumlah dan mutu peserta didik dalam semangat transfigurasi.

Pelaksanaan IHT tahun ini mengacu pada dokumen Renstra YSD 2026–2032, yang memuat visi, misi, indikator, serta bingkai Pewarta YSD. Bingkai ini akan dijalankan selama enam tahun dengan tiga tema besar, yaitu Tahun Pewarta Indonesia, Tahun Iman dan Belarasa, serta Tahun Sinodalitas Dominikan.

Selain itu, peserta juga mendalami buku “Transfigurasi dalam Karya Pendidikan Selaras dengan Karisma Pater Dominikus Van Zeeland” karya Sr. M. Albertine, OP, M.Pd. Buku ini menghadirkan refleksi mendalam tentang pendidikan sebagai proses transformasi yang utuh dan berkelanjutan. Berakar pada semangat Veritas (Kebenaran), hidup doa, komunitas, dan pewartaan, pendidikan dipahami sebagai ruang pembentukan karakter, pendalaman spiritualitas, serta penghidupan nilai-nilai Injil dalam budaya sekolah. Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai sesi yang memperkaya wawasan dan keterampilan. Kegiatan diawali dengan pendalaman materi “Transfigurasi Karya Pendidikan YSD” oleh Sr. M. Albertine, OP, M.Pd, yang sekaligus membuka IHT. Dalam sesi ini ditegaskan bahwa pendidikan tanpa transfigurasi tidak akan mampu memanusiakan manusia secara utuh. Peserta juga diajak merefleksikan tantangan sekolah dalam menghidupi nilai-nilai inti Dominikan.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Ir. Ig. Aris Dwiatmoko, M.Sc., mengenai pencapaian Key Performance Indicator (KPI) sebagai alat penjaminan mutu sekolah. Pada hari kedua, Sr. M. Albertine, OP, M.Pd kembali menyampaikan materi tentang Bingkai Pewarta. Dilanjutkan dengan materi pembelajaran kokurikuler terintegrasi dengan nilai-nilai inti sekolah Dominikan oleh Eny Winarti, M.Hum., Ph.D., yang bertujuan menyamakan paradigma antarunit sekolah. Materi penyusunan program kerja juga disampaikan oleh Agustina Nuranisah Safriatun, S.Ag., untuk memperkuat perencanaan strategis di setiap unit. Sebagai bagian dari apresiasi dan penguatan budaya sekolah, IHT 2026 juga menghadirkan berbagai lomba dan penghargaan. Dalam kategori Sekolah Budaya Veritas, juara pertama diraih oleh SD Santo Yusup Cimahi dengan skor 326, disusul SMP Santa Maria Cirebon (324,9), dan SMP Susteran Purwokerto (320). Penghargaan ini disampaikan oleh Sr. M. Theresita, OP.

Pada lomba video klip lagu-lagu Dominikan, SMP Susteran Purwokerto meraih The Best Music Video, TK–SD Fatima Rowoseneng sebagai Favorite Champion, dan SMA Dominikus Wonosari untuk kategori The Best Concept Video. Penghargaan ini diserahkan oleh Sr. M. Albertine, OP, M.Pd.

Sementara itu, dalam lomba penulisan buku sejarah sekolah, penghargaan Riset Terbaik diraih oleh TK Santa Maria Purwokerto, Interpretasi Terbaik oleh SD Santa Maria Purwokerto, serta Konsistensi Tema dan Identitas Sekolah oleh SMA Santa Maria Cirebon. Penghargaan ini diserahkan oleh Sr. M. Dominika, OP.

Melalui IHT YSD 2026, diharapkan seluruh peserta semakin diteguhkan dalam semangat transfigurasi, mampu menghidupi karisma pendiri, serta menghadirkan karya pendidikan yang bermakna, relevan, dan berdampak bagi Gereja dan masyarakat.

-Bu Nora-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *