Imago Dei

SECERCAH HENING
Sabtu, 6 Mei 2023

Yoh 14 : 7-14

“Imago Dei”

Merindu di bentangan waktu,
Jauh tak terjangkau kodratku,
Gelisah menerpa dadaku,
Engkau tak terjangkau khayalku.

Memeluk rindu pada senjaku,
Engkau ada dalam nalarku,
Namun tidak dalam batinku,
Hadirlah menyapa sepiku.

Relasi antar dua pribadi yang saling mengasihi secara mendalam biasanya eksistensinya terpantul satu terhadap yang lain. Tidak sulit baginya untuk saling mengenali visi hidup, cita-cita, kerinduan, harapan, kegalauan, keraguan, luka, kerapuhan, kebahagiaan bahkan disposisi batinnyapun juga dikenali. Demikian pula hubungan Yesus dengan Bapa merupakan hubungan yang menyatu. Jati diri dan keberadaan Yesus merupakan pantulan keberadaan Bapa.

“Sekiranya kamu mengenal Aku pasti juga mengenal BapaKu…dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku juga akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak”.

Dari sabda ini menjadi jelas bahwa Keselamatan dan kebahagiaan kita merupakan misi kesatuan Yesus dengan BapaNya. Maka makin mantaplah kita untuk meletakkan doa, permohonan yang kita minta dalam namaNya akan terlaksana, meskipun mungkin tidak terkabul sesuai keinginan kita. Tetapi kita percaya Tuhan selalu memberi yang terbaik. Karena hidup kita sesungguhnya pantulan dari doa kita atau pantulan dari kehendak Tuhan agar hidup kita makin secitra dengan Allah imago Dei. Realitas hidup kita tak bisa dilepaskan dari kuasa Allah yang bekerja. Jika kita gagal sesungguhnya tidak benar-benar gagal, hanya Tuhan meminta kita bersabar untuk terus berjuang mendapatkan yang terbaik. Kalau kita menderita sesungguhnya tidak benar benar menderita, hanya kita sedang diminta untuk menekuni kehidupan agar kita makin matang atau agar kuasa Tuhan makin nyata. Jika kita berduka, sesungguhnya kebahagiaan tengah mengintip diujung waktu kita dan waktu Tuhan. Maka hidup kita adalah pantulan dari doa kita agar kita terus belajar menyelaraskan diri hidup seturut kehendak Allah atau hidup secitra dengan Allah.
Maka jangan gelisahkan hidupmu dengan aneka kekuatiran karena sesungguhnya Allah ada disekatmu, dan kita boleh meminta apapun dalam namaNya, dan demi kemuliaan namaNya.

Contemplating
Marilah kita heningkan seluruh indera kita, kita kenali gerak Allah dalam hidup kita.

Actuating
Gerak batin apa yang perlu kubiasakan untuk makin mempercayakan hidup dan doa kita pada Allah.

Reflecting
Apakah aku makin percaya bahwa dalam namaNya doaku akan terlaksana? Ataukah aku mengandalkan kekuatan lain untuk menggapai sukses hidupku?

Praying
Yesus, Engkaulah andalanku. Ajari aku terus percaya bahwa apa yang kuminta dari padaMu semua akan terlaksana, karena Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *