SECERCAH HENING
Jumat, 5 Mei 2023
Yoh 14 : 1-6
“Ambyar”
Menebas jalan terjal,
Tiarap di tanah sejengkal,
Merindu kedamaian yg kekal
Tertatih melampaui batas akal.
Terpesona embun kedamaian,
Meretas dunia ambyar dgn iman,
Menatap asa dlm kesunyian.
Tuai jalan hidup yg dibaktikan.
Kegelisahan itu menusuk, pedih, kering terpapar teriknya sepi….
Kegelisahan sering membawa pada pengalaman kehampaan dan perceraian dengan suasana kehangatan yg penuh harapan dan kepenuhan, itulah identik dengan ilustrasi suasana “ambyar” yg sering disebut oleh didi kempot sebagai “God Father of broken heart” atau “The Lord of Ambyar”. Beliau sudah tidak ada lagi bersama kita namun lamunan tentang dunia ambyar menjadi sebuah kebenaran saat ini. Wabah Covid-19 sudah hampir berakhir namun disusul penyakit misterius yg baru muncul membuat kita hidup dalam kegelisahan dan kadang ambyar dalam menatap masa depan. Apakah kita masih bisa menitinya. Rupanya suasana itu juga pernah dialami oleh para murid, yg kehilangan harapan akan masa depan maka
Yesus bersabda:
“Jangan gelisah hatimu, percayalah kepada Allah juga kepaa-Ku. Dan diakhir perikop di tegaskan pula: “Akulah jalan kebenaran dan hidup. (I am the way, the truth, the life) tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.
Yesus menawarkan sebuah harapan baru agar kita tidak disandra oleh kegelisahan, yakni dengan hidup menurut jalan yg ditunjukkannya. Jangan memanipulasi kebenaran maka hidupmu akan tenang pada jalan dan kehendakNya. Kegelisahan mucul mendera kita manakala kita disandra oleh keinginan dan kehendak kita sendiri yg kadangkala berlawanan dengan jalan Tuhan.
Maka diakhir perikop Yesus bersabda “Akulah jalan kebenaran dan hidup”. Sabda ini merupakan nilai inti atau core values dari misi Yesus untuk keselamatan kita yaitu :
The Way :
Jalan, tidak mudah bagi kita untuk memilih Yesus sebagai jalan kehidupan. Karena kita sering memiliki jalan sendiri. Dan cenderung memilih jalan pintas atau jalan termudah untuk mencapai sesuatu dalam hidup kita. Namun jalan yg sulit itulah akan menyelamatkan kita. Teruslah melangkah pada jalan Yesus
The Truth :
Kebenaran. Tidak mudah bagi kita untuk mendasarkan kebenaran pada Yesus semata, karena seringkali kita telah memiliki kebenaran yang kita tentukan sendiri. Maraknya dunia media social yang membuat kita sulit membedakan mana berita hoax dan mana berita kebenaran. Namun bagi hati yg terpaut pada Allah akan memiliki fikter batin utk jernih memilih jalan yg benar.
The Life :
Hidup. Tidak mudah bagi kita untuk mengutamakan budaya hidup, manakala kita terus dipengaruhi oleh budaya kematian yang ditandai dengan: Kegelisahan, kekerasan, kebencian, pembunuhan dalam aneka bentuk. Jangan takut untuk tetap melewati jalan yang telah dirintis oleh Yesus, memilih kebenaran yang ditunjukkan dan menjalani hidup seturut dengan kehendak-Nya. Hingga kegelisahan akan masa depan menjadi pengharapan karena semua selayaknya diletakkan dalam kuasaNya.
Contemplating
Marilah kita membenamkan diri dalam keheningan menyadari kehadiran Allah yang menghidupkan dan menjadi jalan.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan untuk makin mengandalkan jalan kebenaran dan hidup dalam bimbingan rahmat Tuhan?
Reflecting
Mari berteduh dan memaknai tiap proses dengan mata hati yg wening.
Praying
Yesus, Engkaulah jawaban dari setiap kegelisahanku. Berilah kami rahmatMu agar kehadiranMu menjadi jalan terbaik untuk kami taati. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP
