SECERCAH HENING
Senin, 20 Februari 2023
Mrk 9: 14-29
” Iman yang Menyembuhkan “
Merintih hingga mata nanar,
Lemas tuk mendamba sinar,
Meronta utk kian berbinar,
Peluk hangat hingga senja makin samar.
Saat sakitmu kadang kala menjadi saat paling teduh untuk berkanjang dalam aneka rasa bersama Tuhan. Biarkanlah Tuhan memelukmu dalam kekudusan dan kekuatanNya. Di sisi lain
keadaan sakit, seringkali menjadi saat kualitas ketabahan, kesabaran, kekuatan dan iman seseorang diuji. Semua orang selalu ingin segera sembuh. Dan apapun daya manusia dipertaruhkan demi usaha penyembuhan. Dan kuasa Tuhan seringkali menjadi tumpuhan akhir manakala kekuatan medis dan daya manusia tak menuai hasil. Namun hubungan dengan kekuasaan Tuhan, sering menghasilkan dua sikap dalam cara menyikapinya. Ada yang makin percaya pada penyelenggaraan Tuhan atau sebaliknya makin tidak percaya pada kuasa Tuhan atas penyakit seseorang. Seperti halnya bacaan Injil hari ini :
” Tuhan kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada Murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya”.
Akhirnya anak itupun sembuh seketika itu juga. Kesembuhan seseorang seringkali bersifat sosial. Gaya atau style Tuhan menyembuhkan selalu merupakan bagian dari media pewartaan. Bukan hanya bertindak untuk orang yang sakit, tetapi juga menyembuhkan secara sosial bagi orang-orang di sekitarnya. Maka mujizat penyembuhan seringkali terjadi dengan melibatkan 3 pihak :
1)Sembuh karena iman orang-orang yang membawanya kepada Yesus. Berarti kualitas iman orang-orang di sekitar si sakit juga menjadi penentu kesembuhan, sekaligus reksa pewartaan Yesus.
2) Sembuh karena iman orang yang sakit. Orang sakit sering tidak bisa banyak meminta untuk dirinya. Tetapi penyerahan dan penerimaan diri atas apa yg dialami dalam pelukan Tuhan membuatnya Tuhan sendiri bekerja secara luar biasa.
3) Sembuh karena orang lain yang mendoakannya. Doa dari orang-orang yg mengasihi si sakit, menjadi kekuatan spiritual yg sangat baik. Meski Tuhan sendiri yg bertindak. Namun banyaknya doa di sekitar si sakit akan memberikan oase rohani yg menguatkan dan memberikan iklim penyembuhan yg luar biasa.
Dengan demikian yg disembuhkan bukan hanya iman si sakit, tetapi siapapun yang turut hadir dan mengada pada keadaan si sakit turut bertumbuh dalam iman akan Yesus. Namun bisa juga penyembuhan itu tidak berefek apapun bagi seseorang dalam hubungannya dengan Tuhan.
Mari jangan lelah untuk terus berharap akan kesembuhan bagi diri kita sendiri, sesama kita, masyarakat kita dan dunia yg juga sedang sakit.
Biarkanlah Allah memeluk kita tiap saat. Dan mari kita ajak Yesus berjalan bersama kita dari fawar hingga senja hidup kita. Bukan hanya agar kita sembuh tetapi lebih lebih agar hidup kita tidak terpisah dari padaNya.
Mari kita hidup dalam kedamaian dengan diri sendiri, sesama dan Tuhan agar kehidupan kita merupakan kehidupan yg tersembuhkan secara holistik dalam semangat Tuhan.
Contemplating
Mari kita ciptakan keheningan sampai kita merasakan kedamaian hati,dan menyadari sepenuhnya kehadiran Tuhan.
Actuating
Membiasakan diri percaya pada penyelenggaraan Allah.
Reflecting
Saat saya tak berdaya, Apakah aku mudah percaya dan meletakkan segala peristiwa hidup dalam penyelenggaraan Allah ataukah percaya hanya pada kekuatan keahlian manusia yg kelihatan.
Praying
Semoga Allah Bapa memberkati kita, semoga Allah Roh Kudus menerangi kita, dan memberi kepada kita mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, tangan untuk melaksanakan karya Allah, kaki untuk berjalan, mulut untuk mewartakan Sabda Allah, semoga malaikat perdamaian menjaga kita, dan membawa kita ke Kerajaan-Nya. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
