SECERCAH HENING
Senin, 29 Mei 2023
Yoh 19: 25-34
“Inilah Ibumu ! “
Memeluk sendu tiap duka,
Berdaya karena mencinta,
Tak rapuh oleh derita,
Kuat karena kasih dan rela.
Derita ada warna jati dirinya,
Lembut dalam cara menjalaninya,
Hening dalam pelukan nestapa,
Bersukacita oleh proses yg dijalaninya.
…..merenungkan tentang kasih Ibu, hati terasa meleleh penuh cita rasa yg mengingatkan aneka pengalaman masa lalu. Hingga ingat pula pada memory sebuah lagu masa kecil “Kasih Ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali, bagaikan surya menyinari dunia”. Peran ibu yg sejati, seluruh hari hari hidupnya tak ada yg lain kecuali “Life is giving” dan siapapun ibu telah merelakan sebagian besar hidup dan jati dirinya menjadi taman awal kehidupan setiap anaknya. Gereja katolik dalam pertumbuhan iman umat Allah juga memberi tempat istimewa bagi peran seorang ibu yang istimewa yaitu Bunda Maria, sebagai Bunda Gereja. Penghormatan khusus ini ditetapkan pertama kali oleh Paus Fransiskus, pada 3 Maret 2018 silam.Maria sebagai Bunda Gereja dirayakan khusus pada Senin pertama setelah perayaan Pentekosta. Dan bacaan Injil hari ini makin jelas bahwa Yesus menyerahkan Ibu-Nya kepada para murid yang dikasihi-Nya dalam sabda:
” Ibu, inilah anakmu! ” kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya “Inilah ibumu! “.
Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Sejak saat itu Maria diperlakukan sebagai seorang ibu bagi para murid Yesus, dan para murid diperlakukan sebagi anak oleh Maria. Identitas ini melekat tidak saja bagi para murid perdana tetapi bagi Gereja umat beriman sampai saat ini. Namun apa artinya kita memiliki Bunda Maria? Sebagai anak Maria kita selayaknya meneladan peran sebagai bunda yang total,rendah hati dan penuh sukacita melindungi anak-anak dunia ini dengan perlindungan keibuannya yang suci dan meneduhkan. Sejarah Gereja dan pergumulannya telah membuktikan kuasa kasihnya mengatasi semua yg tak mungkin bagi manusia biasa. Dan bahkan bagi seorang Dominikan perlindungan Maria dibawah mantel perlindungannya bukan hanya janji tetapi bukti nyata dalam diri St. Dominikus dan para kudus ordo. Mengikuti Yesus dengan segenap keyakinan tidak hanya melibatkan pengalaman rasional semata, tetapi bertumbuh bersama karena sentuhan rasa dan ikatan hati dengan seoran Ibu Maria yang telah memberi pengalaman kepenuhan batin setiap orang beriman. Terutama saat menghadapi kehidupan yg penuh kegalauan, kepedihan seperti saat ini. Sentuhan dan perlindungan kasih seorang ibu Maria memberi kekuatan untuk sampai pada pengalaman diselamatkan melalui Yesus putera-Nya. Semoga sabda hari ini meneguhkan kita makin hidup layak dan berkualitas sebagai anak anak Maria.
Jangan ragu menghadapi kenyataan hidup yg paling pahit sekalipun, mari belajar dari Bunda Maria sebagai wanita dan ibu yg paling menderita namun ketulusan dan ketabahannya telah menumbuhkan sikap dan kuatnya menjadi wanita yg paling berbahagia. Peluklah setiap sisi deritamu dalam dekapan kasih Bunda Maria, Ibu risang Sungkowo.
Contemplating
Marilah kita hening memberi ruang batin agar Roh Allah diam dihati kita dan bersama Bunda Maria makin memuji Allah.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan untuk makin layak hidup sebagai putra – putri Maria.
Reflecting
Apakah hari-hariku telah kuisi untuk menghidupi semangat meneladani Bunda Maria.
Praying
Yesus, Engkaulah pusat jiwaku boleh meneguk kesegaran lewat perlindungan Bunda-Mu. Tariklah aku untuk terus terpikat pada sabdaMu hingga hidupku makin matang untuk berbuah kasih sebagaimana teladan bunda Maria. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP
