SECERCAH HENING
Luk 9: 46-50
“Inner Beauty“
Melukis lembut di tiang hati,
Mendamba kekuatan tiap hari,
Peluk rapuh dgn tangan melayani,
Mencintai tanpa pretensi.
Bercermin dari batas diri,
Menepi di tiap ruas sendi,
Peluk kesombongan dgn rendah hati,
Memaknai adl seni tuk mencintai.
Perilaku anak kecil, selalu menarik dan mengundang orang untuk “ngliling” atau menyapa dengan gaya dan bahasa anak kecil itu. Kehadiran anak memvibrasi keberadaan yg apa adanya, hidupnya tidak dikontrol oleh aneka pikiran tetapi lebih lebih oleh hatinya yg apa adanya bukan ada apa apanya sebagaimana orang dewasa bersikap.
Maka banyak dunia bisnis periklanan selalu menggunakan atau meminjam figur dan profil anak kecil. Mengapa anak kecil? Ada kemungkinan anak kecil dipergunakan karena:
1) Memiliki kharisma, inner beauty dan daya tarik persuasif karena kepolosan dan kemurniannya. Belum diracuni oleh pikiran-pikiran yg mengontrol dirinya.
2) Memiliki kerapuhan,kelemahan namun justru menjadi kekuatan karena ditampilkan apa adanya.
3) Perilakunya asli penuh kelucuan, keceriaan dan mengundang kegembiraan. Daya tarik yg demikian itulah juga dipakai Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah sebagaimana dilukiskan dalam Injil hari ini: Pada waktu Yesus memanggil kedua belas murid kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang menjadi yg terdahulu, hendaklah ia menjadi yang yg terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya” maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatknnya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata:
“Barang siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku, bukan Aku yang mereka terima melainkan Dia yang mengutus Aku”.
Stereotipe anak kecil sesungguhnya juga ada dalam diri setiap orang, termasuk kita, orang-orang dewasa dan orang tua. Hanya esensi dan maknanya perlu direfleksikan sebagai penyadaran dan bina diri dalam hal :
1) Hidup yg berkharisma dari dalam, sebagai buah kedekatan dengan Allah ‘inner power‘
2) Menerima setiap kerapuhan dan kelemahan diri yg diolah untuk menjadi kekuatan.
3)Menciptakan keceriaan dan kegembiraan dari hidup apa adanya keindahannya mengalir dari kemurnian hati inner beauty. Stereotipe ini bisa menuntun kita pada sikap rendah hati dan membangun keutamaan seperti anak kecil.Semoga inspirasi Injil hari ini mendorong kita untuk mengisi hari hari hidup kita dengan kegembiraan dan hidup apa adanya agar Allah merajai hidup kita senantiasa. Janganlah ragu untuk hidup makin sederhana, apa adanya niscaya Tuhan akan mudah berdiam di hati kita yg demikian, relakan tiap titian hidup harianmu menjadi kisah-kisah yg lembut utk melukis kehidupan yg indah oleh kesahajaan.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga, rasa, budi dan kehendak untuk bisa mengosongkan diri supaya Allah yg menguasai kita.
Actuating
Membiasakan diri hidup apa adanya. Menerima setiap kelemahan dan mengolahnya menjadi kekuatan utk berjuang maju.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan hidup apa adanya.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat-Mu agar kami makin terbuka dan hidup apa adanya seperti anak kecil agar kami layak memasuki Kerajann-Mu kelak.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
