SECERCAH HENING
Jumat, 17 Februari 2023
Mrk 8: 34-9:1
“Jalan pemurnian”
Tiada kebahagiaan sejati yang didapat tanpa derita yg mesti dipeluknya.
Tak ada cinta tanpa pemberian diri, Tak ada kemuliaan tanpa jalan nestapa.
Artinya perjalanan hidup itu selalu menawarkan makna atau jalan pemurnian diri dibalik realitas, maka tak selamanya kesusahan hidup membuat orang menderita, dan tak selamanya kemudahan hidup membuat orang bahagia. Hal itu juga yg diajarkan Yesus kepada para murid yg mengikutinya dalam sabda-Nya hari ini:
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku”.
Kita sering terjebak dalam hal-hal praktis dan duniawi dengan pola pikir yg keliru, jika kita mengikuti Kristus pasti akan hidup enak, sehat terus, bahagia, usaha lancar, hidup keluarga harmonis, anak-anak patuh dan membanggakan, disenangi banyak orang, mendapat aneka kemudahan, karena tak ada yg mustahil bagi Allah. Sehingga dalam perjalanan waktu kita terus dilanda sakit penyakit, gagal dalam usaha, kacau dalam membangun rumah tangga, anak-anak menjadi bermasalah, ekonomi seret, difitnah orang, dll akhirnya kita sekejab mengumpat dan meninggalkan Tuhan. Kita lupa bahwa mengikuti Yesus konsekuensinya adalah memanggul salib setiap hari. Kata setiap hari menunjukkan bentangan waktu yg tiada batas, ajakan memanggul salib bukan kelak demi mendapatkan upah seratus kali lipat tetapi untuk ikut mengambil bagian hidup dalam Allah sendiri sedangkan kabaikan, kelimpahan dan berkat yg mengiringi hidup kita tiap hari bukanlah tujuan tetapi buah. Semoga undangan Yesus untuk mengikuti-Nya dengan rela memanggul salib tiap hari, menyadarkan kita akan jalan pemurnian yang ditunjukkan agar hidup kita makin mampu memaknai setiap penderitaan, tekanan dan kesulitan hidup setiap waktu dengan sabar rela memeluk setiap kesulitan dengan tabah tanpa mengurangi sukacita dan pengharapan, sebagai wujud kesanggupan kita hidup dalam Allah. Dengan makna yg demikian penderitaan yg kita tanggung tiap hari, mampu kita terima dan kita peluk erat menjadi saat hidup kita dimurnikan, dikuduskan, untuk layak hidup dalam Tuhan. Hingga apapun derita kita, kita tak akan pernah kehilangan senyum pengharapan krn hidup Tuhan ada di dalam hidup kita juga. Janganlah takut menderita, tetapi takutlah menjadi bahagia tetapi tanpa makna.
Contemplating
Marilah kita mengheningkan hati,budi, jiwa dan seluruh diri sampai hati kita menemukan kedamaian.
Actuating
Membiasakan diri hidup yg penuh harapan untuk sanggup memeluk derita tiap waktu.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin hidup dalam semangat Tuhan.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami hati yg damai dan penuh pengharapan, agar sanggup menyelami salib dan kenyataan hidup setiap hari, sebagai jalan pemurnian untuk bisa mengalami hidup dalam Tuhan.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
