SECERCAH HENING
Rabu, 7 Agustus 2024
Mat 15: 21-28
Terhibur di tiap titik waktu,
Tersapa dalam balutan rindu,
Meragu di saat hati dibuat pilu,
Namun tak melunturkan cintaku.
Dialog yg meneguhkanku,
Meski terselip rasa pilu,
Kesembuhanku ada di situ,
Kenangan yg takkan berlalu.
Kita sering mengalami bahwa pengalaman dihargai, di sentuh secara personal,dicintai, disembuhkan, merupakan pengalaman yg sangat berharga.
Pengalaman itu bisa meningkatkan kualitas pribadi dan kebahagiaan seseorang. Yang akhirnya akan menjadi sebuah memory positif yang tidak akan mudah dihapus oleh perlakuan yg tidak mengenakkan sekalipun di kemudian hari. Hal ini juga dialami oleh perempuan Kanaan yang meski mendapat perlakuan yg kurang mengenakkan dari sikap Yesus yg seakan merendahkan, namun karena pengalaman sebelumnya telah terangkai sebuah kenangan yg positif tentang Yesus membuat dia tidak patah arang ketika mendapati dirinya direndahkan. Seperti dikisahkan dalam Injil hari ini:
Perempuan Kanaan memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus manjawabnya:” Tidak patut mengambil roti yg disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing”. Tetapi perempuan itu menjawab:”Benar Tuhan,namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya”.
Penggalan dialog personal dan kenangan yg positif tentang Yesus, membuat ia mampu berperan sebagai perempuan yg tangguh. Tidak cengeng, hingga ia rela merendahkan diri serendah rendahnya demi cinta untuk kesembuhan pada anaknya. Memory yg positif bisa melahirkan insight positif yg sama hingga mampu memandang perendahan martabat menjadi sebuah loncatan kualitas pribadi. Jika perempuan itu tidak memiliki pengalaman pribadi atau kenangan yg indah di masa lalu good memory terhadap Yesus, maka ia akan patah arang atas sikap Yesus yg menganggap anak yg dicintai sebagai anjing, dan hal itu berarti tak akan terjadi kesembuhan pada anaknya. Kebesaran hati memandang segala sesuatu sebagai rangkaian kenangan yg positif menjadi sebuah kesaksian yg mengubah sikap Yesus pula untuk berbelas kasih kepadanya. Namun di atas semua itu keutamaan untuk tangguh menghadapi perlakuan yg negatif dengan sikap yg calm, merupakan anugerah yg layak kita mohon pada Allah. Sebab sikap yg demikian memungkinkan rahmat Allah bekerja secara optimal dengan hasil keselamatan yg nyata dalam diri anak dan menjadi sembuh. Semoga inspirasi Injil hari ini mendorong kita untuk belajar memaknai pengalaman bersama Yesus dan sesama menjadi pengalaman a good memory agar kitapun menjadi berkat yg baik pula bagi orang lain. Jangan takut dan merasa patah arang, manakala engkau mengalami direndahkan dan dianggap bukan pribadi yg berharga lagi oleh siapapun. Jika engkau tetap tangguh, sabar dan iklas, saat itu juga Allah menopangmu dengan hati yg berbelaskasih penuh berkat. Hingga apapun yg engkau mohon pada Allah, Ia akan berpihak kepadamu dengan berkatNya yg melimpah. Berjuanglah dalam segala sesuatu bukan untuk dipuji tetapi demi kemuliaan Tuhan.
Contemplating
Mari kita heningkan jiwa, raga, rasa dan kehendak kita untuk sejenak berlabuh dalam kasih Allah.
Actuating
Membiasakan diri untuk memiliki pola dan gaya hidup yg mengalir dari kedalaman akan pengalaman goot memory dengan Allah.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk terbuka dan rela memberikan pengalaman good memory bagi sesama.
Praying
Allah Bapa kami berilah kami hati yg damai dan keterbukaan, untuk rela mendengarkan Engkau dalam hidup harian kami. Hingga kami layak menjadi pewarta sabdaMu yg menyejukkan hati dan memberikan kenangan positif bagi sesama kami.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
