Leadership OSIS Yayasan Santo Dominikus

Menginspirasi Perubahan

Pada hari kamis sampai dengan Sabtu, 23 – 25 Oktober 2025, Yayasan Santo Dominikus  mengadakan kegiatan Leadership OSIS yang mengusung tema “Leader From within“.

Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan jiwa kepemimpinan dan Kerjasama antar siswa. Leadership OSIS yang hari ini juga sedang berlangsung berhasil mempertemukan 36 siswa siswi SMP dan SMA berbakat dari 4 Kantor Cabang yang berbeda yaitu: Kantor Cabang Cimahi 6 Siswa.  Kantor Cabang Cirebon: 12 Siswa. Kantor Cabang Purwokerto: 6 Siswa, dan Kantor Cabang Yogyakarta: 12 siswa.

Berikut kami sampaikan sekilas kegiatan hari kamis, tanggal 23 Oktober 2025. Kegiatan diawali dengan doa pagi, Misa pembukaan dan registrasi. Saat registrasi peserta dengan tertib dan teratur mengisi presensi kehadiran dan semuanya hadir tepat waktu. Demikian juga pada sesi pembukaan dalam mengikuti setiap proses mulai dari doa pembukaan, menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya maupun Hymne sekolah Dominikan diikutinya dengan khidmat.

Untuk mempererat serta membangun jejaring dan persahabatan yang kuat antar siswa dari berbagai daerah,  maka di hari pertama diadakan sesi perkenalan  dari masing-masing peserta, dilanjutkan dengan perwakilah dari kelompok untuk menyebutkan 10 nama teman osis yang diingat,  dengan tujuan lebih mengenal satu sama lain, membangun hubungan yang kuat, dan menjadi pemimpin yang efektif. Suasana menjadi seru dan mereka penuh antusias dan sukacita.

namun untuk meraih cita-cita yang akan datang, Kegian  Leadership yang sedang berlangsung nantinya akan mendapatkan sertifikat bilamana suatu saat nanti akan melanjutkan belajar di jenjang yang lebih tinggi, sertifikat tersebut dapat dipergunakan sebagai lampiran berkas pendaftaran bahkan untuk ke jenjang Perguruan tinggi dengan lebih mudah dan bahkan bisa mendapatkan bea siswa ke luar Negeri.

Demikian juga dalam sesi inti yaitu:  Sesi Leader From Within yang disampaikan oleh Sr. M. Albertine, Suparmi, OP, M.Pd. bahwa menjadi Pengurus OSIS bukan hanya untuk masuk ke jenjang sekolah selanjutnya yaitu SMA  dan perguruan tinggi saja,

Kegiatan ini  yang diikuti oleh OSIS jenjang SMP dan SMA yang terpilih untuk mengembangkan potensi kepemimpinan mereka yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada proses pembentukan karakter yang makin militen dalam perannya

sebagai pemimpin di sekolah masing- masing.

Dalam sesi Leadership OSIS Yayasan Santo Dominikus para peserta tidak hanya belajar tentang kepemimpinan, tetapi juga diajak untuk menemukan potensi diri melalui Tes Personality yang menarik dan interaktif. Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi, acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para siswa untuk menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan kompeten. Selain itu dengan melalui refleksi maka akan meningkatkan kesadaran diri dan memahami kekuatan serta kelemahan diri sendiri, yang dapat membuat perubahan yang positif, sehingga dapat meningkatkan kemampuan belajar dari pengalaman dan kesalahan serta dapat meningkatkan ketrampilan dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, dengan belajar dari pengalaman maka dapat bertumbuh dan berkembang menjadi versi terbaik dari mereka.

Melayani dengan cinta dan kebenaran, peserta diajak  supaya bisa memahami bahwa menjadi pemimpin bukan berarti berkuasa, melainkan siap melayani dengan hati nurani yang benar dan sikap penuh belas kasih serta diajak untuk merenungkan makna kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan dan kolaborasi mereka belajar untuk memahami konteks, berefleksi atas pengalaman, lalu bertindak.

Wide Games: belajar kepemimpinan lewat permainan

Suasana kemudian menjadi lebih seru ketika para peserta diajak untuk mengikuti dinamika wide games. Dalam kegiatan ini, mereka belajar tentang kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim melalui permainan yang dirancang secara kreatif.

Pada permainan menggiring bola dan mencari benda berupa botol yang didalamnya berisi air warna merah, kuning, hijau dan ungu. Tawa dan teriakan semangat menggema. Meski terlihat sederhana, permainan ini menuntut kerja sama, kreativitas, dan kesabaran. Selain itu juga mengasah kemampuan mendengar dan menyampaikan pesan dengan tepat. Disinilah peserta belajar bahwa komunikasi yang efektif menjadi kunci utama dalam kepemimpinan.

Nilai-nilai seperti kerja tim, kepekaan, dan refleksi diri tumbuh secara alami melalui pengalaman yang menggembirakan.

Suasana menjadi hening dan hangat, saat peserta yang berhasil menggiring bola maupun yang mencari suatu benda dinyatakan berhasil sampai garis finish diminta oleh fasilitator untuk  berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka dapat berhasil sampai finish. Mereka mengungkapkan bahwa seorang pemimpin  perlu belajar untuk tidak emosi, harus sabar dalam bekerja sama, pentingnya mendengarkan dengan empati dan menghargai setiap suara.

Dari sinilah para peserta memahami bahwa pemimpin sejati bukan hanya yang pandai berbicara, tetapi juga yang mampu mendengarkan, memahami dan menumbuhkan orang lain.

Sesi : Culture night.

Dalam acara tersebut masing-masing unit sekolah ( perwakilan OSIS SMP dan SMA se YSD) menampilkan bakat-bakat mereka baik dalam bidang seni suara, tarian, maupun drama musikal.  Para peserta selain berjiwa sebagai seorang pemimpin tersimpan bakat dalam hal seni  dan budaya. Suasana penuh dengan suka cita, teriakan, teput tangan sebagai wujud apresiasi dan ungkapan kegembiraan dan lekatnya persaudaraan diantara mereka.

Sesi : Candle light.

Dalam keheningan malam, dengan obor di tangan mereka, para peserta duduk dan dipandu oleh fasilitator, menundukkan kepala, dan merenungkan perjalanan hari itu apa yang disyukuri, apa yang perlu diperbaiki, dan merasakan kehadiran Tuhan.

Doa ini menjadi momen penuh makna. Disinilah peserta belajar bahwa kepemimpinan sejati berakar pada kesadaran batin dan keintiman dengan Tuhan, sehingga diharapkan dapat menjadi pemimpin muda yang rendah hati, penuh belas kasih, dan berani melayani dengan cinta.

Rangkaian kegiatan Leadership OSIS ini tidak hanya membentuk calon-calon pengurus/pemimpin yang tangguh, tetapi juga pribadi yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas untuk menumbuhkan jiwa pemimpin sejati.

-Bu Ninuk-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *