SECERCAH HENING
Sabtu, 6 Juli 2024
Mat 9: 14 – 17
Mengada di ruang jiwa,
Usir benci dalam raga,
Puasa bukan cara,
Saat Cinta menubuh di asa.
Heningkan raga tuk setia,
Menelusup dalam rasa,
Wujudkan Cinta dlm cara,
Agar hidup kian bahagia.
Mewartakan keselamatan bukan soal mengajar dengan akal budi, dan menuntun dalam akal pikiran yang benar. Tetapi menyaturagakan nilai-nilai menjadi pengalaman personal. Dan untuk pengalaman itu dibutuhkan proses kebersamaan dan relasi yg intens. Pengalaman kebersamaan itu menjadi penting sebagai live in antara Yesus dengan para muridnya. Dan hal itu tidak mudah dimengerti oleh orang yang tidak mengenal dengan sungguh-sungguh misi Yesus. Sehingga datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata:
” Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak? ” jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berduka cita selama mempelai itu bersama mereka?.
Puasa dianggap berduka cita bukan soal karena tidak makan dan minum tetapi soal merefleksikan pengalaman keterpisahan dengan Yesus sebagai sumber kehidupan. Pengalaman keterpisahan dengan Yesus inilah bisa menjadi malapetaka bagi hidup para murid dan juga hidup kita. Maka sangat tidak mungkin bagi para murid untuk berpuasa manakala Yesus ada bersama mereka. Karena saat itulah saat terpenting bagi para murid menimba kekuatan spiritual. Agar perjalanan selanjutnya mereka memiliki pengalaman personal untuk selalu menciptakan kebersamaan dalam jiwa bersama Tuhan. Semoga sabda Yesus hari menginspirasi kita untuk selalu menjalin kebersamaan dengan Yesus dalam realitas hidup sehari-hari. Baik dalam bentuk doa maupun sikap hidup yg terus terarah kepada-Nya. Jangan ragu untuk mendekat erat dalam pelukan Tuhan. Lelahmu, deritamu, kedukaanmu, dan kerapuhanmu akan menjadi bagian erat dalam dekapanNya. Sediakan tepian waktumu untuk tinggal dan sejenak bersandar dalam lengan Allah yang kuat, niscaya semua beban hidupmu akan terurai bersama rahmatNya yg selalu mendahuluimu. Biarkan jari jemari Tuhan turut mengurai ruwetnya kehidupan ini. Dan kita kerjakan roda hidup kita sesuai bagian kita dengan tulus dan sukacita.
Contemplating
Marilah kita mengheningkan seluruh indera kita agar makin peka menciptakan pengalaman ada bersama Yesus.
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan atau kuubah agar makin terampil menciptakan kebersamaan dengan Tuhan. Dalam kata dan tindakan
Reflecting
Apakah hidupku banyak ditentukan oleh gaya kebersamaanku dgn Yesus ? Ataukah banyak gaya tanpa makna hingga membuat kita makin jauh dari keselamatan.
Praying
Allah Bapa kami, lembutkanlah kekerasan hati kami, agar jiwa kami mudah dibentuk oleh kebersamaan kami dengan Yesus PuteraMu, hingga kami boleh mengalami keselamatan. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
