Malaikat Pamomong

SECERCAH HENING
Rabu, 2 Oktober 2024

Mat 18: 1-5.10

Penjaga tidak tampak muka,
Penolong tidak bisa disapa,
Ada untuk siapa saja,
Melindungi dari gerak Cinta.

Ketika merenungkan peran Malaikat. Saya tidak pernah bisa membayangkan.Tetapi bisa mengalami dalam peristiwa sangat manusiawi disaat masa kecil saya, setiap “weton” saya, yaitu bertepatan dengan nama hari (jawa) Jumat pon. Ibu saya sangat rajin membuatkan tumpeng kecil untuk saya dan diletakkan ditempat tidur tapi hanya sebentar selama didoakan oleh ibu saya. Doanya selalu saya dengar intinya mohon perlindungan dan penyerahan kepada Malaikat pamomong, agar saya bisa bertumbuh kembang sebagai anak yg baik, dan senantiasa di lindungi oleh Malaikat pamomong pun terutama di saat orang tua dan siapapun tak sanggup melindunginya. Itu gambaran Malaikat yg saya kenal. Selanjutnya kata malaikat kita kenal dari Kitab Suci sebagai pembawa pesan Allah. Pendeknya, malaikat identik dengan kasih dan kebaikan. Kita memang tidak pernah tahu apa dan siapa malaikat itu, tetapi kita menyadari dan mengalami peran mereka dalam kehidupan kita. Yesus menghubungkan malaikat dengan anak kecil seperti dalam injil hari ini:

“Ingatlah jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga”.

Dalam kehidupan Yesuspun tidak lepas dari peran malaikat. Terutama saat awal kehidupanNya, saat berpuasa di Padang Gurun. Maka ketika bicara anak kecil Yesus mengingat bahwa ada malaikat mereka di surga. Anak kecil adalah lambang pribadi lemah, tak punya kekuatan, kemandirian dan kuasa atas dirinya tetapi yg terbuka, alami dan antusias menyambut Allah. Dari merekalah Tuhan menjamin perlindungan dari malaikat di surga. Apakah jika demikian kita orang dewasa tidak ada jaminan perlindungan malaikat? Tentu yg dimaksud tidak demikian. Bahwa dalam pergumulan hidup kita juga sering mengalami titik terendah kehidupan, dimana kita mengalami situasi sulit, tak berdaya, lemah, terpuruk, putus asa, kehilangan harapan, hidup seakan kelam dan jalan buntu, kita merasa bukan hanya seperti anak kecil tetapi bahkan seperti bayi yg tak berdaya menghadapi goncangan hidup yang keras. Apakah kita berani terbuka seperti yg dikisahkan dalam Injil? Terbuka pada kemahakuasaan Allah yg sanggup mengutus malaikatnya dari surga? Apakah kita juga berani percaya bahwa kitapun juga ada malaikat untuk menjaga kita dari surga? Semoga dengan makin percaya pada Yesus melalui sabda-Nya hari ini, kitapun makin diperteguh untuk percaya akan pendampingan malaikat dari surga untuk kita. Mari kita percayakan setiap langkah langkah kecil kita dalam perlindungan malaikat agar hidup kita aman dari marabahaya yg menghalangi keselamatan kita.

Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin menyelami dan mengosongkan diri agar dikuasai oleh Allah dan para malaikatNya.

Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dibimbing oleh malaikat dalam hidup sehari hari.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan siap dibimbing oleh Roh kebaikan yaitu malaikat utusan Tuhan.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat-Mu agar kami makin terbuka dan hidup apa adanya seperti anak kecil agar kami hidup menurut bimbingan malaikat dan layak memasuki Kerajaan-Mu kelak.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *