SECERCAH HENING
Kamis, 3 Oktober 2024
Luk 10: 1-12
Menopang dlm hempasan sepi,
Merindu titik tersunyi,
Mengemis demi pertumbuhan diri,
Bersukacita di ujung hari.
Kebaikan tak menanti di puji,
Memberi dari keterbatasan diri,
Hingga kerinduan tak bertepi,
Bersukacita hingga akhir nanti.
Dalam hidup ini tidak ada yg sempurna, hingga kebaikan sekalipun yg kita lakukan belum tentu menghasilkan respon yang baik pula dari orang lain.Namun jika kebaikan yg kita buat karena dorongan kasih atau dorongan hati yg mencintai, maka kebaikan itu tak akan berakhir hanya karena penolakan. Seperti halnya Bapa Suci pernah menyampaikan “Sungai tidak meminum airnya sendiri, pohon tidak makan buahnya sendiri, matahari tidak memyinari untuk dirinya sendiri tetapi semua terjadi karena hukum alam yg sifatnya melayani yg lain.Hal ini selaras dengan panggilan para murid Yesus saat di utus berdua-dua mewartakan Kerajaan Allah seperti dilukiskan dalam Injil hari ini:
“Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, debu kotamu yg melekat pada kaki kami, kami kebaskan didepanmu, tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat”.
Yesus mengutus para murid tidak pernah sendirian, tetapi berdua dua. Hal ini untuk mengantisipasi bahwa perjalanan hidup mewartakan Kerajaan Allah tidak selalu mulus, tetapi rentan dengan penolakan dan pergumulan hidup yg tidak mudah. Maka dengan berdua dua seorang beriman ditopang oleh satu sama lain untuk saling meneguhkan dan menjadi sahabat yg baik satu sama lain, karena tak ada pribadi yg sempurna. Pertumbuhan iman seorang pewarta adakalanya mencapai kematangan dalam kebersamaan dengan persekutuan dan bisa saling mengemis kekayaan rohani dan intelektual untuk pertumbuhan dirinya. Semoga Injil hari ini menginspirasi kita untuk tetap setia menjawab panggilan Tuhan dan rela membuka diri bertumbuh bersama dalam kebersamaan dengan orang lain. Jangan takut gagal, jangan takut di tolak, jalani semua dengan hati yang tulus niscaya Tuhan akan menopang dengan berkatNya yg mendahului di tiap langkahmu.
Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin menyelami dan mengosongkan diri agar dikuasai oleh Allah.
Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dibimbing oleh Tuhan dalam kebersamaan dengan yg lain.
Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan siap dibimbing oleh Roh kebaikan.
Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat-Mu agar kami makin terbuka dibimbing oleh Tuhan dalam kebersamaan dengan yg lain untuk mencapai kematangan hidup beriman.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP
