The Angel’s Glasses

SECERCAH HENING
Selasa, 1 Oktober 2024

Mat 18: 1-5

Lembut menjaga dari hati,
Lahir dan diutus dari surga suci,
Menemani tanpa berpretensi,
Melindungi tanpa tunjukkan diri.

Lembut menyapa tiap hati,
Memeluk di titik terendah tiap hati,
Menepis takut pertebal percaya diri,
Mencintai dari kedalaman hati.

Merenungkan tentang malaikat dan anak kecil adalah 2 hal yg tak terpisahkan. Anak kecil keberadaannya dilindungi oleh malaikat karena jiwa dan hatinya yg masih murni belum banyak terpoles oleh kuasa dosa. Meski
kita tidak pernah tahu apa dan siapa malaikat itu, tetapi kita menyadari dan mengalami peran mereka dalam kehidupan kita. Tetapi yg lebih menarik Yesus menghubungkan anak kecil dengan malaikat di surga seperti dalam injil hari ini:

“Ingatlah jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga”.

Ketika bicara anak kecil Yesus mengingatkan kita bahwa ada malaikat mereka di surga. Anak kecil adalah lambang pribadi lemah, tak punya kekuatan, kemandirian dan kuasa atas dirinya tetapi yg terbuka, alami dan antusias menyambut Allah. Dari merekalah Tuhan menjamin perlindungan dari malaikat di surga. Apakah jika demikian kita orang dewasa tidak ada jaminan perlindungan malaikat? Tentu yg dimaksud tidak demikian. Bahwa dalam pergumulan hidup kita juga sering mengalami titik terendah kehidupan, dimana kita mengalami situasi sulit, tak berdaya, lemah, terpuruk, putus asa, kehilangan harapan, hidup seakan kelam dan jalan buntu, kita merasa bukan hanya seperti anak kecil tetapi bahkan seperti bayi yg tak berdaya menghadapi goncangan hidup yang keras. Namun apakah kita berani terbuka seperti yg dikisahkan dalam Injil? Terbuka pada kemahakuasaan Allah yg sanggup mengutus malaikatnya dari surga? Apakah kita juga berani percaya bahwa kitapun juga ada malaikat untuk menjaga kita dari surga?. Saya terinspirasi dengan satu buku kecil berjudul “The Angel’s Glasses” artinya kaca mata malikat tulisan seorang remaja Yenny yg merefleksikan perjalanan imannya dalam hidup harian yg sederhana dan biasa namun mampu dilihat sebagai rahmat Tuhan yg luar biasa.Peran malaikat dalam hidup akan nyata jika kita memberi ruang dalam diri kita untuk memandang segala sesuatu sebagai rahmat Tuhan. Kaca mata malaikat terletak pada cara pandang atas kehidupan yg buruk sekalipun dengan sikap syukur, kegembiraan dan cara Tuhan mengasihinya. Seperti halnya perjalanan hidup Santa Theresia kanak kanak Yesus yg kita rayakan hari ini. Merelakan dirinya sebagai mainan Yesus, sebagai mainan maka sesuka suka yg mau memainkannya. Dan mari kita melatih diri untuk menggunakan kacamata malaikat bukan kacamata hitam. Kaca mata malaikat yg mampu memandang segala sesuatu secara positif dan diterima sebagai rahmat Tuhan.
Semoga dengan makin percaya pada Yesus melalui sabda-Nya hari ini, kitapun makin diperteguh untuk percaya akan pendampingan malaikat dari surga. Jangan takut dengan hari hari yg makin sulit, karena seiring kesulitanmu Allah menyediakan penolong yg diutus bagimu yakni malaikat dari surga. Marilah kita mempercayakan diri kepada perlindungannya.

Contemplating
Marilah kita heningkan hati, budi, jiwa raga, rasa, agar makin menyelami dan mengosongkan diri agar dikuasai oleh Allah dan para malaikatNya.

Actuating
Pola hidup macam apa yg perlu kubiasakan agar makin terbuka dibimbing oleh malaikat dalam hidup sehari hari.

Reflecting
Apakah aneka peristiwa hidup, telah mengajariku untuk makin terbuka dan siap dibimbing oleh Roh kebaikan yaitu malaikat utusan Tuhan.

Praying
Allah Bapa kami, berilah kami rahmat-Mu agar kami makin terbuka dan hidup apa adanya seperti anak kecil agar kami hidup menurut bimbingan malaikat dan layak memasuki Kerajaan-Mu kelak.Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *