Perjuangan utk sebuah arti,
Kobarkan jiwa mengabdi,
Tiada lelah utk melayani,
Gapai keselamatan diri.
….satu hal yang menunjukkan kepastian dalam hidup manusia adalah kematian, artinya setiap orang pasti akan mati. Namun pada praktiknya semua orang cenderung ingin menghindari sebuah kematian, karena kematian identik dengan kemandegan, ketiadaan, kesirnaan dan semua hal berakhir. Namun kematian bagi orang yg hidupnya telah dibaktikan dan diabdikan untuk kemanusiaan maupun untuk kehidupan yg lebih baik. Maka kematiannya justru menjadi titik awal bagi banyak orang untuk hidup dan menghidupkan.Contohnya Paus Yohanes Paulus ke II, mother Teresa, dan St. Dominikus serta contoh para kudus lainnya yang kematiannya menghidupkan dan mengobarkan semangat kemartiran umat beriman untuk tidak takut malayani Tuhan dan jemaat-Nya. Hal ini diteguhkan oleh pesan injil hari ini:
“Jika biji gandum tidak jatuh dan mati ia tinggal satu biji saja, Tetapi jika ia mati maka akan menghasilkan banyak buah”.
Namun semangat kemartiran tentu bukan hanya berhenti pada pengalaman heroik. Seperti yang dialami oleh para dokter dan perawat yang gugur di medan tugas melaksanakan pengobatan, pencehgahan penularan Covid 19.Tetapi bagaimana kita mampu mentransformasi nilai kematian dalam semangat dan gaya hidup kita. Kalau dulu seorang martir harus berani mati di tengah kehidupan, bagaimana sekarang orang harus berani hidup di tengah kematian nurani (matinya nilai kejujuran, kebenaran, kesederhanaan, semangat kemartiran, pengorbanan, kesetiaan, kasih dan kepedulian) bagaimana dari hari ke hari kita masih berani menghidupkan semangat itu dengan dilandasi kasih yg tulus. Sebagaimana Yesus ibarat menjadi biji gandum yg mati namun dari kematiannya menghasilkan buah keselamatan dan kebangkitan iman. Jangan takut untuk terus berjuang sampai titik lelahmu, niscaya Tuhan akan menopangmu hingga hidupmu makin berarti utk keselamatanmu.
Contemplating
Masuki dan selami keheningan secara dalam dan rasakan kehadiran-Nya
Actuating
Pola hidup apa yang perlu kuubah agar makin berani memaknai kematian kematian kecil dalam hidup dengan semangat berkobar.
Reflecting
Marilah kita mensyukuri anugerah kehidupan ini dengan lebih dalam, dan menyukuri tiap kematian kematian kecil dalam hidup.
Praying
Allah Bapa kami. Ajari kami memiliki iman yg teguh agar berani mematikan kecenderungan yg membawa kedosaan dan menghidupan energi keselamatan dalam hidup kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Berkah Dalem
Salam Veritas
Sr. Albertine. OP
