Melawan Lupa

SECERCAH HENING
Senin, 22 Mei 2023

Yoh 16 : 29-33

“Melawan lupa”

Menghindar dari desakan rasa,
Ragu menyelimuti karsa,
Galau jika dipendam di asa,
Melompat dari belenggu dosa.

Setapak menjemput surga,
Satu langkah memupuk cinta,
Keberanian yang tertunda,
Menanti senja yang bahagia.

Kata “lupa” sering kita dengar atau bahkan kita katakan dan lakukan di saat saat kita tidak mampu mengingat. Atau sekedar membebaskan kita dari tanggungjawab atas apa yg kita ketahui. Karena setiap pengetahuan selalu menuntut tanggungjawab kita secara tidak langsung mengikat, suatu tindakan baik atas apa yg kita ketahui. Namun jika lupa atau melupakan sangat mudah dipahami orang lain, untuk tidak dituntut lebih atas apa yg kita ketahui. Demikian juga para murid Yesus dalam Injil hari ini memproklamirkan dirinya mengetahui tentang siapa Yesus yg sesungguhnya. Dan dengan demikian siap diharapkan tanggungjawab yg menyertai pengetahuannya dalam mengikuti prinsip-prinsip hidup Yesus sbb :

“Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah”.

Dengan pernyataan di atas suatu keberanian yg luar biasa dalam diri para murid. Semangat dan spiritualitasnya akhirnya ikut bertumbuh seiring dengan kesadaran dan pengakuannya tersebut. Saat itu para murid bisa saja mengatakan:’saya lupa’ atau ‘saya tidak tahu’ namun jika demikian maka spirit dan kesadarannya akan “mandeg” atau berhenti pada kelupaan dan ketidaktahuannya. Namun ketika saat itu mereka menyatakan mengetahui dengan sadar bahwa Yesus adalah yang datang dari Allah, membuat iman mereka bertumbuh dan kuat tidak suam suam kuku. Pada praktek hidup ia sanggup melawan arus yg bisa membelokkan visi hidupnya. Idealisme menghidupi semangat Yesus mendapatkan energi baru hingga ia tidak mudah memanipulasi apapun baik uang, kepercayaan, kebenaran, pekerjaan, karier dan apapun ia akan sangggup berdiri teguh pada prinsip hidup Yesus. Semoga kitapun juga berani melawan lupa akan pengetahuan yg benar, agar hidup tidak dibebaskan dari tanggungjawab, dan menjadi matang dalam pertumbuhan iman dan spirit keselamatan.
Janganlah ragu hatimu untuk mengatakan yg benar atas apa yg engkau tahu, karena Tuhan telah menuntun keberanianmu itu, dan menemanimu di setiap sudut sakitmu untuk menjadikan hidupmu penuh berkat.

Contemplating
Marilah kita membenamkan diri dalam keheningan untuk merasakan pengalaman perjumpaan dengan Allah.

Actuating
Pola hidup apa yang perlu kubiasakan agar mampu mendasarkan hidup dalam semangat dan prinsip hidup Yesus.

Reflecting
Apakah hidup keseharianku telah kujalani sebagai buah kontemplasiku.

Praying
Yesus Tuhan, ajarilah kami makin bertekun dalam doa, hingga hidup kami merupakan rangkaian komunikasi yang menyatukan sesama melalui karya dan bakti kami kepada sesama. Demi Kristus Tuhan kami, amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *