Menepis Ragu

SECERCAH HENING
Kamis, 13 April 2023

Luk 24 : 35-48

“Menepis Ragu”

Menepis ragu,
Menahan haru,
Mengenang rasa pilu,
Tersentuh oleh hadirMu.

Metakutan tak menghalangiMu,
Mengiring tiap langkahku,
LukaMu jadi kepastianku,
Mengenali hadirMu.

Kita mungkin pernah merasa ditinggalkan oleh orang yang paling dikasihi, rasa yang ditinggalkan adalah : kesedihan, kedukaan, ketidak percayaan dan keraguan untuk menapaki hari esok. Demikian para murid juga mengalami kegalauan setelah Yesus wafat meski kabar kebangkitan telah diwartakan oleh orang-orang diantara mereka. Namun berita itu tidak otomatis membuat mereka percaya dan menepis keraguan. Pengalaman pribadi bersama Tuhan yang bisa dirasa, dilihat, diraba, dialami secara nyata dan konkret bersama Tuhan barulah menjadi kebenaran bagi mereka. Seperti Injil hari ini:

Saat Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah para murid dan berkata kepada mereka:
“Damai sejahtera bagi kamu….mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu raguan di dalam hatimu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku, Aku sendirilah ini, “

Pengalaman akan Allah sungguh tidak lengkap jika kita menolak untuk meraba, menyentuh dan melihat luka dan penderitaan sesama.Melalui luka dan derita kadang menjadi saat kita mengalami wajah dan kehadiran Tuhan.
Kehadiran Yesus juga menjadi pengalaman yang positif, memberi ikan goreng menjadi pengalaman hidup yg personal dalam wujud tubuh rohani sebagai buah kebangkitan yang membuka pikiran mereka tentang isi Kitab Suci. Pengalaman akan Tuhan yang bangkit hanya akan membawa pengalaman kebangkitan yang sama dalam kesadaran kita jika disertai sikap terbuka, taat dan percaya. Percaya bukan hanya karena bisa melihat tetapi “unlimited believe” yang kita pahami dari pengetahuan Sabda. Semoga pengalaman Paskah juga mengusir keraguan kita untuk tetap percaya, pada kuasa Allah yang bangkit dan beserta kita dalam hidup keseharian kita, untuk membuahkan Damai dan hidup makin produktif tetapi juga makin rohani yg membawa kita ke tangga kekudusan dalam situasi yg tak menentu ini.
Jangan takut jika harus terluka dan sedikit menderita, kadangkala dengan cara itu Tuhan mau meyakinkan kepada kita bahwa Dia ada dan hadir untuk kita.

Contemplating
Dalam hening raga, rasa, budi… belajar memandang, percaya dan melihat Allah dalam realitas hidup.

Actuating
Belajar membiasakan diri menyadari kehadiran Allah dalam aneka pengalaman hidup yang sederhana.

Reflecting
Apakah pengalaman Paskah, telah membuatku makin percaya tanpa ragu bahwa Allah besertaku? Ataukah tidak ada efek dalam titian waktuku?

Praying
Allah Bapa kami, kami bersyukur atas pengalaman kebangkitan yang telah dialami para rasul. Semoga kebangkitan yang sama boleh kami alami dalam realitas hidup kami. Sehingga tanpa ragu kami mengimani bahwa Engkaulah Tuhan beserta kita. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Shalom
Sr. Albertine,OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *