SECERCAH HENING
Jumat, 14 April 2023
Yoh 21 : 1-14
“Memperkuat Integritas”
Termangun di ujung senja,
Meratapi hari tiada makna,
Memandang goresan luka,
Ratapi tebaran jaring tiada guna.
Sambut mentari bercahaya,
Menyulam tuas pengharapan
‘Itu Tuhan’ di ujung keputusasaan,
Dia hadir peneguh rasa.
Jangan pernah menyesali manakala kita pernah jatuh dan gagal dalam hidup, karena sering kali kegagalan itu membawa kita pada loncatan hidup yang makin tinggi, melampaui kesuksesan yang pernah kita bayangkan sebelumnya. Hal itulah yang rupanya juga dialami oleh para murid setelah wafat Yesus. Seperti dalam Injil hari ini:
Kata Petrus kepada murid lain:”Aku pergi menangkap ikan”.Kata mereka kepadanya:”Kami pergi juga dengan engkau”. Mereka berangkat lalu naik perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa…”.
Ketika Petrus dan kawan-kawan ingin kembali ke pencahariannya menangkap ikan, sepanjang malam mereka gagal tak menangkap apa-apa. Yesus sangat tahu kegalauan hati mereka, maka setelah kebangkitanNya Yesus intens menampakkan diri sebagai bentuk pendidikan iman bagi mereka. Yang menarik Yesus tidak menampakkan diri kepada imam kepala yang selalu menyangsikan keAllahanNya. Tetapi justru hanya kepada orang-orang dekat yang intim denganNya. Dengan pola penampakkan atau pendidikan iman yang memiliki kualitas yang tinggi yaitu lewat sarapan bersama. Pesan utama makna kebangkitan dan pendidikan iman yang ditonjolkan dalam perikop ini adalah
1) Intensitas
Seringnya Yesus menampakkan diri agar para murid memiliki banyak kesempatan untuk belajar.
2) Intimitas
Hanya kepada orang yang hubungannya intim, Yesus menyatakan warta kebangkitan.
3) Integritas
Model penampakanNya selalu utuh, kualitas yang baik, waktu yang singkat selalu menjadikan perjumpaan menjadi pengalaman ekaristis, memberi dan berbagi. Pengalaman Paskah membuat kita makin memiliki intensitas yang baik untuk berjumpa dengan Yesus, makin memiliki keintiman dengan Tuhan dan pribadi kita terbentuk sebagai pribadi ekaristis yang berintegritas tinggi. Dan semua itu terjadi kadangkala melalui pengalaman jatuh dan gagal atau pengalaman hidup yg seakan biasa. Yesus hadir saat Petrus termangu dalam kegalauan karena sepanjang malam tidak menangkap apa-apa. Kegalauan Petrus menjadi saat bagi Yesus menyulam kembali semangat hidup Petrus yg mulai meredup.
Yesus bisa datang kapanpun Dia mau. Maka jangan gelisahkan hatimu manakala hari – hari hidupmu terasa kering dan tandus, datanglah kepada-Nya, karena kekeringanmu bisa jadi menjadi saat Tuhan akan memyuburkan hidupmu lebih berdaya dan bersukacita dalam hidup.
Contemplating
Dalam hening raga, rasa, budi belajar marilah kita belajar memandang Allah yang hadir dalam realitas hidup.
Actuating
Belajar membiasakan diri untuk memiliki relasi yang intens dengan Tuhan.
Reflecting
Apakah pengalaman Paskah, telah membuatku makin menjadi pribadi ekaristis dan berintegritas? Atau malah menjadi pribadi yang terpecah? Penuh tuntutan…?
Praying
Allah Bapa kami, kami bersyukur Engkau intens menampakkan diriMu pada para murid, ajarilah kami peka agar bisa melihat wajah hadirMu dalam realitas hidup kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine,OP
