Menjadi Malaikat

SECERCAH HENING
Kamis, 29 September 2022

Yoh 1: 47-51

“Menjadi Malaikat”

Terbungkus lembut dalam rasa,
Merangkum aneka bahasa,
Mengusap tiap air mata,
Memeluk tanpa kata.

Hadir bagai sebagai pelipur lara,
Membungkus tiap luka,
Merangkai pengalaman surga,
Melipat gandakan pengalaman cinta.

Saya teringat beberapa tahun yg lalu saya menyebut teman dekat saya dengan sebutan ‘my angel’. Sebutan itu muncul manakala kita merangkai pengalaman sulit hidup bersama di negara lain yg berasal dari aneka bangsa, semuanya serba baru, sulit, menantang namun membuahkan makna yg dalam. Disebut my angel karena dia selalu ada untuk menemani, mendengarkan, mendukung, menopang, membantu dan membuat hidup penuh rasa syukur dengan warna keindahan yg baru, karena senyuman dan sukacita didapat dari perasan air mata. My angel hadir sebagai representasi dari aura kebaikan yg menghubungan pengalaman manusiawi yg diarahkan dan dimaknai dan dijembatani menuju hubungan dengan Allah sendiri. Maka tepat dalam Injil hari ini pada pesta para Malaikat Agung sebagai berikut:
Yesus berkata :

“Karena Aku berkata kepadamu:Aku melihat engkau di bawah pohon ara maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yg lebih besar dari pada itu”.lalu kata Yesus kepada natanael:”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia”.

Pengalaman jati diri natanael dikenali dan ditangkap oleh Yesus merupakan pengalaman luar biasa yg bisa mengubah orientasi dirinya tentang Allah yg jauh tak terjangkau menjadi pengalaman Allah yg nyata bisa dilihat, didengar dirasa dan mengubah hidup secara dasyat. Dan menurut Yesus masih ada pengalaman lebih besar dari itu yaitu langit terbuka dan malaikat-malaikat turun naik kepada Anak Manusia. Hal itu mau menunjukkan bahwa peran malaikan ada untuk membuka suasana surga yang menyelamatkan hadir, terbuka mendekatkan manusia dengan Allah penentu keselamatan kita. Kesediaan hidup untuk selalu terbuka di sentuh dan dikenali Allah seperti Natanael juga membuka jalan kita untuk senantiasa dibimbing Malaikat agar hidup kita selamat dan dekat dengan pengalaman surga setiap hari. Kerelaan untuk membuka diri dikenali Allah dalam hidup sehari hari memungkinkan kita juga mudah dilindungi dan di bimbing Malaikat. Hingga hidup kitapun diharapkan menjadi malaikat bagi sesama kita dengan kesediaan untuk peduli, menemani, mencintai, menyayangi dan menciptakan kebahagiaan hidup bersama. Dunia saat ini makin sesak dan panas, butuh peran malaikat lebih banyak lagi. Semoga dengan sabda hari ini diri kitapun tidak hanya bersemangat minta dilindungi malaikat pelindung, tetapi diharapkan kitapun juga menjadi malaikat yg menyelamatkan sesama di sekitar kita. Jangan galau dan ragu untuk terus menjadi malaikat malaikat kecil bagi sesama kita, sesederhana apapun yg bisa kita buat. Supaya dunia makin divibrasi oleh kebaikan kebaikan untuk mengurangi ozon kejahatan yg terus marajalela.

Contemplating
Nikmati dan syukuri setiap tarikan dan hembusan nafas kita merupakan saat menimba kekuatan Allah.

Actuating
Pola hidup dan kebiasaan apa yg perlu kuubah agar gaya hidupku juga layak menjadi malaikat bagi sesamaku.

Reflecting
Apakah pengalaman demi pengalaman hidupku telah membuat aku makin matang dalam iman dan kasih, hingga keberadaanku mampu memberi warna dan peran sebagai malaikat bagi keluarga dan sesamaku

Praying
Yesus yang baik, berilah aku hati yang senantiasa berpaut pada-Mu berkat bimbingan para malaikat agung, hingga hidupku makin diberkati dan senantiasa berada dalam keselamatan-Mu. Demi Kristus Tuhan dan juru selamat kami. Amin.

Salam Veritas
Berkah Dalem
Sr. Albertine. OP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *